Cristian Chivu Super Pede Inter Milan Bisa Comeback dari Bodo/Glimt, Kalaupun Kalah Tak Perlu Malu
Chivu percaya diri Inter Milan bisa membalikkan agregat setelah tertinggal 3-1 dari Bodo/Glimt. Ia pede di San Siro bakal bertuah untuk Nerazzurri.
Penulis:
Arif Tio Buqi Abdulah
Editor:
Drajat Sugiri
Menariknya, Inter berpeluang mencatat sejarah baru. Jika mampu menang dengan selisih tiga gol atau lebih, itu akan menjadi kemenangan terbesar mereka di fase gugur Liga Champions sepanjang sejarah klub.
Sebuah tantangan besar, tetapi bukan sesuatu yang mustahil bagi Inter Milan yang tengah dalam momentum positif.
Chivu juga mengingatkan agar anak asuhnya tidak bermain dengan rasa panik. Menurutnya, laga bisa berjalan hingga 120 menit atau bahkan adu penalti.
Kuncinya adalah menjaga keseimbangan, tetap percaya diri, dan tampil sebagai versi terbaik sejak menit pertama.
"Kami memperbaiki kesalahan dari leg pertama, tetapi konteksnya tidak biasa – lapangan yang tidak biasa kami lakukan, takut cedera."
"Anda selalu mempersiapkan pertandingan sejak awal dengan cara yang sama: dengan keberanian, kesadaran, dan kejelasan."
"Kami harus siap sejak awal, tanpa keputusasaan untuk segera mencetak gol. Kami harus mengelola momen-momen penting dengan baik dan mengandalkan kekuatan yang terus ditunjukkan grup ini," jelasnya.
Kalau Kalah Tak Perlu Malu
Dalam konferensi pers jelang laga, Cristian Chivu mendapat pertanyaan dari media Norwegia, tentang apakah Inter harus merasa malu jika tersingkir oleh klub dari kota kecil berpenduduk 50 ribu jiwa.
Pelatih 45 tahun ini pun menunjukkan sisi emosionalnya dan bahkan sedikit tersulut amarahnya.
Ia menegaskan, jika Inter gagal lolos ke 16 besar, itu bukan aib.
Pada leg pertama di Norwegia, Inter sudah berusaha menjadi versi terbaiknya, hanya saja lawan tampil lebih efektif.
"Tidak ada yang memalukan dalam sepak bola," tegas Chivu.
Ia bahkan menilai pertanyaan itu sebagai bentuk ketidakrespekan terhadap Inter.
Menurutnya, sepak bola adalah soal kerja keras dan proses dari dua tim yang sama-sama layak dihargai.
Bodo/Glimt, kata dia, sudah membuktikan kualitasnya dengan hasil-hasil impresif di Eropa, termasuk melawan tim besar seperti Manchester City dan Atletico Madrid.
"Kami menghormati mereka dan memberi selamat. Tapi kami tidak merasa malu," ujarnya tegas.
Kini, semuanya kembali ke rumput San Siro. Inter tertinggal dua gol, tetapi kepercayaan diri sang pelatih menunjukkan satu hal: Nerazzurri belum menyerah—dan mereka siap membalikkan keadaan.
(Tribunnews.com/Tio)