Kata Eks Pemain AC Milan Usai Singkirkan Inter di Liga Champions: Rasanya Luar Biasa!
Komentar eks pemain AC Milan, Jens Petter Hauge yang menjadi aktor tersingkirnya Inter Milan di Liga Champions 2025/2026.
Penulis:
Muhammad Ali Yakub
Editor:
Arif Tio Buqi Abdulah
Ringkasan Berita:
- Bodo/Glimt lolos ke babak 16 Liga Champions 2025/2026 setelah menang agregat 5-2 kontra Inter Milan.
- Eks pemain AC Milan, Jens Petter Hauge tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya setelah menyingkirkan Inter Milan di Liga Champions 2025/2026.
- Saat masih membela AC Milan musim 2020/2021, Hauge tak pernah tampil dalam Derby della Madonnina melawan Inter. Kini, ia justru menjadi sosok kunci yang menyingkirkan Nerazzurri di kompetisi elite Eropa.
TRIBUNNEWS.COM – Mantan pemain AC Milan, Jens Petter Hauge, menjadi salah satu aktor penting di balik keberhasilan Bodo/Glimt menyingkirkan Inter Milan pada leg kedua play-off 16 besar Liga Champions 2025/2026.
Dalam laga yang digelar Rabu (25/2/2026) dini hari WIB, Hauge mencetak satu gol dalam kemenangan 2-1 Bodo/Glimt atas Inter di kandangnya. Hasil tersebut memastikan wakil Norwegia melangkah ke babak 16 besar.
Menghadapi tekanan besar di markas Inter, Bodo/Glimt tampil disiplin dan efektif. Meski kalah dalam penguasaan bola, mereka mampu memaksimalkan peluang yang didapat.
Hauge menjadi pembeda lewat gol pembuka pada menit ke-58, yang membuat Inter semakin tertekan. Dan Hakon Evjen pun melengkapi kemenangan Bodo/Glimt sebelum Alessandro Bastoni memperkecil kedudukan.
Berkat hasil ini, Bodo/Glimt akan menghadapi pemenang antara Manchester City atau Sporting CP di babak 16 besar.
Pengundian fase 16 besar Liga Champions 2025/2026 dijadwalkan berlangsung pada Jumat (27 Februari) mulai pukul 18.00 WIB.
Usai pertandingan, Hauge tak mampu menyembunyikan kebahagiaannya.
“Rasanya luar biasa! Ini sangat besar," kata Jens Petter Hauge, dikutip dari UEFA.
"Saya hampir kehabisan kata-kata. Itu adalah pertandingan yang sangat sulit, tetapi kami bersatu."
"Kami berlari untuk satu sama lain dan berjuang untuk setiap bola. Meskipun kami tidak banyak menguasai bola, kami sangat efisien ketika kami maju dan mulai menyerang," tambahnya.
Pernyataan tersebut menggambarkan betapa emosionalnya kemenangan tersebut, terlebih mengingat Inter merupakan salah satu kekuatan besar Italia dan Eropa.
Baca juga: Sorotan Tersingkirnya Inter Milan di Liga Champions: Cermin Kemerosotan Sepak Bola Italia
Jens Petter Hauge sejatinya pernah merasakan atmosfer Derby della Madonnina saat masih berseragam AC Milan pada musim 2020/2021.
Pada musim tersebut, Milan menghadapi Inter Milan sebanyak tiga kali, dua pertemuan di Liga Italia dan satu laga di Coppa Italia.
Hasilnya kurang memuaskan bagi Rossoneri, dengan dua kekalahan dan hanya satu kemenangan di kompetisi domestik.
Namun, dalam tiga pertemuan itu, Hauge tak mendapatkan kesempatan tampil. Ia lebih sering menjadi penghangat bangku cadangan dan belum benar-benar merasakan panasnya rivalitas di atas lapangan.
Baca tanpa iklan