Epic Comeback! Atalanta Selamatkan Wajah Italia, Satu-satunya Wakil Negeri Pizza di 16 Besar UCL
Atalanta menulis comeback paling dramatis dalam sejarah mereka di Liga Champions. La Dea menang agregat 4-3 setelah tertinggal 2-0 di leg pertama.
Penulis:
Arif Tio Buqi Abdulah
Editor:
Muhammad Nursina Rasyidin
Ringkasan Berita:
- Atalanta membalikkan defisit 0-2 dari leg pertama dengan kemenangan 4-1 atas Borussia Dortmund untuk lolos ke 16 besar dengan agregat 4-3.
- Gol-gol Gianluca Scamacca, Davide Zappacosta, dan Mario Pasalic membuka jalan sebelum penalti dramatis Lazar Samardzic memastikan sejarah di menit akhir.
- Comeback ini menjadikan Atalanta klub Italia ketiga yang mampu membalikkan ketertinggalan dua gol di fase gugur kompetisi Eropa.
TRIBUNNEWS.COM - Atalanta membuat sejarah dengan melakukan comeback dari Borussia Dortmund dan lolos ke 16 besar Liga Champions.
Memulai laga dengan tertinggal 2-0, Atalanta membuat keajaiban dengan comeback menang 4-1 di kandang sendiri di Stadion Atleti Azzurri d'Italia, Bergamo.
Kemenangan itu membuat Atalanta membalikkan agregat menjadi 4-3, yang akhirnya membuat mereka lolos ke 16 besar Liga Champions.
Atalanta meraih kemenangan itu lewat cara yang cukup dramatis dengan gol penalti Lazar Samardzic di ujung laga menit injury time menjadi penentunya.
Mereka sudah membuka asa untuk comeback setelah gol cepat dari Gianluca Scamacca di menit ke-5.
Sebelum babak pertama selesai, David Zappacosta mencetak gol kedua Atalana sekaligus menyamakan agregat menjadi 2-2.
Hanya butuh 12 menit di babak kedua bagi La Dea untuk unggul lagi. Kali ini giliran Mario Pasalic.
Ketika Karim Adeyemi mencetak gol yang menyamakan agregat menjadi 3-3, suasana mendadak tegang. Perpanjangan waktu terasa tak terhindarkan.
Baca juga: Rekap Hasil Playoff dan Daftar Tim di 16 Besar Liga Champions, Beda Nasib Juventus dengan Atalanta
Tapi Atalanta malam itu menolak cerita yang biasa. Mereka masih terus mencoba mencetak gol lagi sampai detik terakhir.
Momen krusial datang ketika Krstovic, dengan kepala berdarah akibat pelanggaran Ramy Bensebaini, tetap berjuang mengejar bola di kotak penalti.
Dari situ lahir penalti dan Samardzic yang maju sebagai eksekutor tak menyia-nyiakannya. Bola masuk. Sejarah comeback ditulis.
Kemenangan ini menjadikan Atalanta menjadi tim Italia ketiga yang mampu membalikkan defisit dua gol di kompetisi Eropa, setelah Juventus (2018/29 vs Atletico) dan Roma (2017/2018 vs Barcelona).
Hal itu semakin bermakna karena Atalanta menjadi satu-satunya wakil Italia di babak 16 besar setelah performa melempem Inter dan Juventus yang gagal comeback, kalah agregat 5-7 dari Galatasaray.
Pelatih Atalanta Raffaele Palladino menyebut laga ini sebagai yang terbaik dalam kariernya. Ia tak sekadar mengubah taktik, tapi juga mentalitas.
Di leg pertama, Atalanta terlalu hati-hati. Kali ini mereka agresif, memanfaatkan umpan-umpan silang cepat untuk merenggangkan blok Dortmund, dan menekan kiper yang berperan sebagai sweeper-keeper.
Baca tanpa iklan