Syarat Robert Lewandowski Demi Bertahan di Barcelona
Syarat Robert Lewadowski jika ingin bertahan di Barcelona, bukan soal performa melainkan menyeimbangkan kondisi finansial.
Penulis:
Muhammad Ali Yakub
Editor:
Muhammad Nursina Rasyidin
Ringkasan Berita:
- Presiden Joan Laporta berencana memperpanjang kontrak Lewandowski selama satu tahun karena kontribusinya masih dianggap penting.
- Kontrak baru kemungkinan disertai pengurangan gaji signifikan demi menyesuaikan kondisi finansial klub.
- Meski mendapat tawaran dari MLS dan Arab Saudi, Lewandowski lebih condong bertahan di Barcelona meski perannya bisa berkurang.
TRIBUNNEWS.COM – Masa depan Robert Lewandowski menjadi sorotan jelang memasuki fase akhir musim 2025/2026.
Meski secara statistik mengalami penurunan sejak bergabung dengan Barcelona, striker asal Polandia itu tetap menunjukkan ketajamannya sebagai ujung tombak.
Lewandowski disebut tengah menjalani salah satu musim tersulitnya bersama Barcelona.
Cedera di awal musim serta faktor usia mulai memengaruhi kondisi fisiknya. Namun, ia masih mampu mencatatkan 16 gol dan 3 assist, sebuah capaian yang tetap impresif untuk pemain berusia 37 tahun.
Kontribusi tersebut menjadi alasan utama presiden klub, Joan Laporta, masih ingin mempertahankan sang striker.
Menurut laporan Fabrizio Romano, Laporta telah menggelar pertemuan dengan agen Lewandowski, Pini Zahavi, guna membahas masa depan pemain tersebut.
Dalam pertemuan tersebut, Barcelona mempertimbangkan untuk menawarkan perpanjangan kontrak selama satu tahun.
Namun, kontrak anyar itu kemungkinan besar akan disertai dengan pemotongan gaji signifikan, sejalan dengan upaya klub menyeimbangkan kondisi finansial.
Hubungan baik antara Laporta dan Zahavi diyakini akan mempermudah proses negosiasi.
Saat ini, Lewandowski diketahui menjadi salah satu pemain dengan bayaran tertinggi di Barcelona, yakni mencapai 20,8 juta euro per musim.
Baca juga: Klasemen Liga Spanyol Memanas: Barcelona Masih Kokoh di Puncak, Real Madrid Menolak Menyerah
Angka tersebut cukup kontras jika dibandingkan dengan rising star Lamine Yamal yang menerima sekitar 16,6 juta euro per tahun.
Menariknya, secara kontribusi di lapangan, Yamal justru tampil lebih menonjol musim ini dengan torehan 21 gol dan 16 assist di semua kompetisi.
Hal ini memunculkan perbandingan mencolok antara beban gaji dan produktivitas kedua pemain.
Meski kontribusi Lewandowski masih tergolong baik, Barcelona tetap berpegang pada kebijakan efisiensi finansial.
Oleh karena itu, pemotongan gaji menjadi syarat utama jika sang striker ingin tetap bertahan di Camp Nou musim depan.
Baca tanpa iklan