Menantang Takdir setelah FIFA Matchday: Dongeng Liar Arsenal Menangkan Treble Winners
Berakhirnya agenda FIFA Matchday edisi Maret 2026 akan menjadi momentum krusial bagi Arsenal yang dilatih Mikel Arteta.
Penulis:
Dwi Setiawan
Editor:
Drajat Sugiri
Ringkasan Berita:
- Berakhirnya agenda FIFA Matchday edisi Maret 2026 akan menjadi momentum krusial bagi Arsenal.
- Terutama jika Arsenal masih bernafsu untuk menyapu bersih gelar juara di tiga kompetisi berbeda, setelah kalah di final Piala Carabao.
- Andai masih ingin memenangkan treble winners, setiap laga yang akan dimainkan Arsenal di sisa kompetisi musim ini, bakal menjadi momen penghakimannya.
TRIBUNNEWS.COM - Berakhirnya agenda FIFA Matchday edisi Maret 2026 akan menjadi momentum krusial bagi Arsenal.
Bagi Arsenal, laga FIFA Matchday jelas terasa seperti pisau bermata dua.
Sisi positifnya, laga jeda internasional kali ini, bisa dijadikan refleksi bagi Arsenal setelah kalah di final Piala Carabao.
Usai kalah melawan Manchester City di final yang berujung melayangnya kesempatan untuk meraih trofi Piala Carabao.
Hadirnya FIFA Matchday kali ini tentu terasa datang di waktu yang tepat bagi Arsenal, untuk memulihkan mentalnya.
Baca juga: Jadwal Krusial April 2026: Laga Kunci Penentu Gelar Liga Inggris, Liga Italia hingga Liga Champions
Namun di sisi lain, efek negatifnya ialah skuad utama Arsenal yang dipanggil negaranya, rawan terkena virus FIFA alias cedera bersama timnasnya masing-masing.
Beruntung bagi Arsenal, keputusan mereka untuk menarik beberapa pemain kuncinya dari FIFA Matchday agar terhindar dari cedera pada saat jeda internasional, menjadi cara Mikel Arteta tidak kehilangan skuadnya di momen kritis.
Kini, Arsenal tinggal bersiap menjalani laga demi laga hingga akhir musim ini, untuk menentukan nasibnya sendiri.
Gagal Quadruple, Arsenal Masih Jaga Asa Treble Winner
Setelah gagal menjadi juara di ajang Piala Carabao.
Arsenal otomatis tinggal menyisakan harapan untuk meraih trofi di tiga kompetisi berbeda pada akhir musim ini.
Mulai di Liga Inggris, Liga Champions dan Piala FA.
Meskipun harapan untuk meraih quadruple telah ambyar, lantaran Arsenal gagal memenangkan Piala Carabao.
Mikel Arteta selaku pelatih jelas tidak boleh kena mental begitu saja.
Hal ini karena Arsenal masih berpeluang untuk mencetak catatan emas yang belum pernah diukir dalam sejarah klub.
Baca tanpa iklan