Alex Manninger, Eks Kiper Arsenal dan Juventus Meninggal Dunia setelah Kecelakaan Ditabrak Kereta
Eks kiper Arsenal dan Juventus, Alex Manninger, meninggal dunia setelah mobilnya tertabrak kereta api di perlintasan dekat Salzburg, Austria.
Penulis:
Arif Tio Buqi Abdulah
Editor:
Muhammad Nursina Rasyidin
Di era itu ia kerap menjadi pelapis David Seaman. Namun, Manninger tampil gemilang ketika dipercaya mengisi posisi utama, terutama pada musim 1997/1998.
Ia membantu Arsenal meraih gelar Liga Inggris dan Piala FA, bahkan dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Liga Inggris bulan Maret 1998.
Kala itu ia membuat serangkaian penampilan impresif, termasuk kemenangan penting atas Manchester United di Old Trafford.
Kariernya juga berlanjut bersama Juventus, di mana ia tampil dalam 42 pertandingan dan menjadi pelapis andal bagi Gianluigi Buffon.
Ia tiba di Turin pada musim panas 2008, dan berseragam Juventus selama empat musim sebelum bertualang ke klub Italia lainnya.
Total ia membuat 137 penampilan Serie A dengan bermain untuk Juventus, Torino, Siena, Bologna dan Fiorentina.
Satu gelar Scudetto turut ia peresembahkan bersama Juve di bawah Antonio Conte pada 2011-12.
Baca juga: Juventus Incar Kiper Baru Gantikan Di Gregorio, Emil Audero hingga Vicario Masuk Radar
Ucapan duka mengalir dari berbagai klub yang pernah dibelanya. Arsenal menyatakan sangat terpukul atas kepergian mantan kipernya.
"Semua orang di Arsenal terkejut dan sangat sedih dengan meninggalnya mantan kiper, Alex Manninger," posting Arsenal di X.
"Semua pikiran kami bersama keluarga dan orang yang dicintainya pada saat yang sangat menyedihkan ini," unkap Aesenal.
Sementara Juventus dan Salzburg turut mengenang Manninger sebagai pribadi yang tidak hanya hebat di lapangan, tetapi juga memiliki karakter luar biasa.
"Ia menunjukkan bahwa peran kiper bukan hanya tentang melakukan penyelamatan, tetapi juga tentang karisma, keandalan, dan semangat pengorbanan yang tenang," tulis Juventus dalam pernyataannya.
Pesan emosional juga datang dari Gianluigi Buffon dalam surat terbukanya yang menggambarkan sosok Manninger.
Kiper legendaris Juventus itu menilai Manninger sebagai sosok yang memilih jalan hidup berbeda dari kebanyakan pesepak bola—menjauh dari gemerlap dunia sepak bola dan mencari kebahagiaan dalam kesederhanaan, alam, serta keluarga.
Buffon menyoroti bagaimana Manninger tetap teguh pada prinsipnya, menjaga kebebasan dan integritas di tengah dunia yang sering dipenuhi ambisi, kekuasaan, dan keuntungan instan.
Baca tanpa iklan