16 Maskot Piala Dunia dari Masa ke Masa: Willie Pertama, Terbaru Ada Maple, Zayu, dan Clutch
Sejak kemunculan Willie, maskot Piala Dunia terus berkembang dan menjadi simbol budaya tuan rumah. Piala Dunia 2026 memakai Maple, Zayu, dan Clutch.
Penulis:
Isnaini Nurdianti
Editor:
Muhammad Nursina Rasyidin
Penampilan Gauchito menggambarkan budaya tradisional Argentina.
Naranjito: Piala Dunia 1982 – Spanyol
Spanyol memilih konsep yang berbeda dengan menghadirkan Naranjito, karakter berbentuk jeruk.
Maskot ini mengenakan seragam tim nasional Spanyol dan memiliki ekspresi ceria.
Pemilihan jeruk terinspirasi dari salah satu hasil pertanian terkenal di negara tersebut.
Pique: Piala Dunia 1986 – Meksiko
Saat kembali menjadi tuan rumah, Meksiko memperkenalkan Pique, karakter cabai besar berkumis dengan sombrero khas Meksiko.
Maskot ini melanjutkan tema buah dan sayuran yang sebelumnya diperkenalkan oleh Spanyol pada 1982.
Ciao: Piala Dunia 1990 – Italia
Italia menghadirkan desain maskot yang sangat berbeda dari sebelumnya.
Ciao memiliki bentuk seperti manusia stik tanpa wajah, dengan tubuh berwarna hijau, putih, dan merah sesuai warna bendera Italia. Kepalanya berbentuk bola sepak.
Hingga kini, Ciao menjadi satu-satunya maskot Piala Dunia tanpa wajah.
Striker: Piala Dunia 1994 – Amerika Serikat
Amerika Serikat memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memilih maskot resmi turnamen.
Hasilnya adalah Striker, seekor anjing yang mengenakan seragam merah, putih, dan biru dengan logo turnamen di bajunya.
Footix: Piala Dunia 1998 – Prancis
Prancis mengambil inspirasi dari simbol nasional mereka, ayam jantan Gallia.
Footix memiliki tubuh biru, kepala merah, dan paruh kuning, mencerminkan warna nasional Prancis.
Penampilannya yang mencolok menjadikannya salah satu maskot paling ikonik.
Ato, Kaz, dan Nik: Piala Dunia 2002 – Korea Selatan dan Jepang
Piala Dunia pertama di Asia memperkenalkan tiga maskot futuristis bernama Ato, Kaz, dan Nik.