Cara Ancelotti Bangun Optimisme Brasil di Piala Dunia 2026, Booking Hotel Sampai Final
Timnas Brasil memutuskan menginap di hotel The Ridge hingga final Piala Dunia 2026 berlangsung pada 20 Juli mendatang.
Penulis:
Guruh Putra Tama
Editor:
Drajat Sugiri
Ringkasan Berita:
- Brasil bakal menginap di hotel yang mereka booking hingga final Piala Dunia berlangsung, atau hingga 20 Juli mendatang.
- Ancelotti mencoba membangun optimisme di dalam skuadnya bahwa mereka akan bisa mencapai babak final Piala Dunia nanti.
- Saat ini, Brasil sedang puasa gelar di Piala Dunia selama 5 edisi terakhir.
TRIBUNNEWS.COM - Pengalaman Carlo Ancelotti sebagai pelatih kawakan muncul ketika mengawal Brasil di Piala Dunia 2026.
Ancelotti mencoba membangun psikologis positif dan semangat luar biasa dari skuad arahannya sejak sebelum menginjak lapangan pertandingan.
Cara yang ditempuh Ancelotti adalah dengan panjangnya durasi Timnas Brasil menginap di Hotel The Ridge yang menjadi markas mereka selama di ajang empat tahunan ini.
Ancelotti meminta federasi mem-booking The Ridge hingga 20 Juli mendatang, atau hingga babak final Piala Dunia 2026 digelar.
Hal tersebut seperti cara mengatakan kepada publik bahwa Brasil akan menjadi salah satu tim yang akan tampil di Piala Dunia 2026 nanti.
Optimisme Ancelotti itu tentu tak salah, apalagi Brasil masih menjadi salah satu favorit juara Piala Dunia.
"Untuk final favorit di edisi kali ini, inginnya sih ada Jerman. Ada juga Inggris, Brasil yang juga masih menjadi favorit," kata Adrian dari Spieltag Indonesia dalam Podcast Super Taktik di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
"Apalagi Brasil, Inggris, dan Belanda sudah lama nggak ke final (Piala Dunia). Pastinya tim-tim besar itu masih menjadi favorit," paparnya.
Baca juga: Klasemen Grup A Piala Dunia 2026: Meksiko dan Korea Selatan Buka Turnamen dengan Kemenangan
Skuad Brasil barangkali tak sementereng ketika mereka menjuarai ajang ini pada 2002 silam.
Bahkan untuk mencari pemain sekaliber Neymar saja Brasil masih kesulitan.
Neymar masih menjadi nama terbesar yang ada di tim mereka.
Meskipun ia akan sangat sulit memberikan dampak di atas lapangan, kehadirannya tetap menjadi dorongan luar biasa.
Ancelotti membutuhkan Neymar sebagai penyemangat sekaligus mentor bagi para pemain lainnya.
Harapan besar berada di pundak Don Carlo untuk menyulap Brasil yang identik dengan sepak bola indah menjadi akrab lagi dengan prestasi.