Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Techno
LIVE ●

5 Isu yang Dihadapi Perusahaan Teknologi Setelah Trump Dipastikan Jadi Presiden Amerika

Isu-isu apa yang bisa berimbas ke Silicon Valley, jantung perusahaan-perusahaan teknologi top dunia, setelah Trump terpilih sebagai presiden?

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in 5 Isu yang Dihadapi Perusahaan Teknologi Setelah Trump Dipastikan Jadi Presiden Amerika
kolase/Tribun Style

Repatriasi

Kebijakan pajak Trump masih dipertanyakan, terutama soal apakah kebijakan itu bisa menarik kembali investasi perusahaan-perusahaan teknologi yang selama ini diparkir di luar AS.

Di tahun 2015 lalu, lembaga riset Moody's menghitung setidaknya ada dana sebesar 1,2 triliun dollar AS milik perusahaan-perusahaan TI AS, seperti Apple, Microsoft, Alphabet/Google, Cisco, dan Oracle yang diparkir di luar negeri.

Trump juga berencana mengurangi pajak korporasi dari 35 persen menjadi 15 persen, ditambah potongan 10 persen yang berlaku sekali jika perusahaan itu mau membawa pulang profit yang ditumpuk di luar negeri, kembali ke AS.

Jika perusahaan-perusahaan TI tersebut melakukan repatriasi, apa yang akan dilakukan dengan uangnya?

Pilihannya antara lain untuk membayar utang, berinvestasi ke teknologi baru, atau mengakuisisi perusahaan lain.

Imigrasi

Rekomendasi Untuk Anda

Trump sangat menentang isu imigran ilegal. Lalu bagaimana dengan imigran-imigran di AS yang bekerja di perusahaan teknologi?

Saat ini mereka memegang visa khusus, yakni visa H-1B yang banyak dipakai oleh karyawan-karyawan di perusahaan teknologi AS.

Visa itu memungkinkan perusahaan AS mempekerjakan karyawan asing secara temporer atau dalam keahlian khusus.

Dalam kampanyenya, Trump sempat menyinggung soal visa H-1B ini.

"Saya akan menghentikan penggunaan (visa) H-1B selamanya, karena ini seperti program buruh murah, saya akan membuat persyaratan yang absolut untuk mempekerjakan buruh dari warga negara Amerika di setiap program visa dan imigrasi, tanpa terkecuali," kata Trump.

Manufaktur

Trump dalam kampanyenya pernah mengatakan akan mengembalikan proses manufaktur ke AS.

Secara spesifik, ia menyebut perusahaan teknologi Apple dalam kasus ini.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas