Zomato Fokus Pada Aspek Sosial Untuk Memenangkan Pertarungan Foodtech di Indonesia
Zomato juga membantu pengguna menemukan dan mencari restoran baru dengan fitur search dan nearby
Editor: Hendra Gunawan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Seiring raksasa dunia teknologi seperti Rocket Internet menutup produk teknologi kulinernya (foodtech) seperti Foodpanda di Indonesia, pemain foodtech yang berbasis di India Zomato menyatakan untuk melipatgandakan usaha mereka di Indonesia, dan menargetkan untuk memenangkan pertarungan sengit dalam industri foodtech dengan fitur sosial yang baru dan juga mutakhir miliknya dengan menghubungkan Zomato dengan aplikasi pihak ketiga.
Zomato sendiri adalah panduan restoran online yang menyediakan informasi lengkap meliputi daftar makanan, foto, ulasan, hingga rating berbagai restoran di Jakarta dan Bali. Perusahaan yang didukung oleh para investor ini kini mengklaim telah mencapai titik break even di awal tahun, dan telah mendapatkan investasi lebih dari 25 juta dolar AS dari berbagai investor termasuk Sequoia Capital, Temasek Holdings, Vy Capital, dan Info Edge India.
Hingga kini, situs dan aplikasi Zomato memiliki informasi mendetil dari 30.000 restoran lebih di Indonesia, dan Zomato tidak mengijinkan restoran membayar untuk mengubah hasil pencarian organik, rating, atau ulasan yang mereka terima dalam Zomato. Country manager Zomato, Karthik Shetty menjelaskan bagaimana Zomato menargetkan untuk memenangkan hati dan perut dari para generasi millenial di Nusantara.
“Teknologi adalah jantung dari segala hal di Zomato. Banyak hal yang kita gunakan secara cuma-cuma memiliki algoritma kompleks di belakangnya,” ungkap Karthik dalam keterangan tertulisnya, Minggu (18/12/2016).
Menurutnya, Zomato tidak hanya membantu pengguna dengan menyediakan informasi lengkap mengenai restoran, tetapi juga membantu pengguna ‘menemukan’ dan mencari restoran baru dengan fitur ‘search’ dan ‘nearby’. Pengguna juga bisa membangun jaringan pecinta kuliner terpercaya milik mereka sendiri.
"Hal ini sangat penting karena makanan adalah hal yang sangat pribadi dan kita biasanya cenderung mempercayai pendapat dari teman kita terlebih dahulu, atau orang-orang yang kita tahu memiliki selera dan serupa dengan yang kita miliki,” jelasnya.
Zomato juga memiliki fitur yang memungkinkan pengguna menciptakan daftar koleksi restoran mereka sendiri, yang pastinya merupakan daftar pribadi yang bisa dengan mudah mereka bagikan ke teman-teman mereka melalui SMS, WhatsApp, Path, Facebook, Twitter, dan lainnya.
Zomato membedakan diri dengan kompetitor seperti Qraved dan MakanLuar melalui beberapa hal kunci. Salah satu hal menarik mengenai kehadiran Zomato di Indonesia adalah fakta bahwa pengguna bisa memilih restoran yang ingin mereka kunjungi dan memesan Uber langsung melalui Zomato untuk mengantarkan mereka ke restoran tersebut. Sama halnya seperti foto, pengguna yang menggambil foto dan mengunggahnya melalui Instagram juga bisa secara instan menggunggahnya pada akun Zomato mereka. Karthik menjelaskan bahwa integrasi dengan aplikasi pihak ketiga seperti Uber dan Instagram ke Zomato membuat pengalaman berkuliner menjadi lebih mudah, menyenangkan, dan tentunya sosial dari awal hingga akhir.
Dalam hal trafik saat ini, Karthik mengatakan bahwa di Jakarta dan Bali Zomato telah memiliki lebih dari 2 juta pengguna yang unik, dengan trafik bulanan mencapai 6 juta kunjungan untuk Jakarta saja. Pengguna lokal biasanya mencari rata-rata sembilan hingga sepuluh laman dalam sekali kunjungan dengan durasi empat menit per sesi.
“Trafik web dan aplikasi kami selalu bertumbuh dalam tingkat yang sehat dari bulan ke bulan di Indonesia, dan ini benar-benar memberikan kami dorongan yang besar,” jelas Karthik. “Selain pertumbuhan angka pengguna, jumlah ulasan dan foto yang diunggah baik mingguan ataupun bulanan juga merupakan aspek yang sangat menggembirakan. Dari sudut pandang bisnis, semua hal ini membuat pemasukan kami bertumbuh tiap bulan pada tingkat yang sehat.”
Lebih jauh lagi, Zomato membedakan diri dari kompetitor di Indonesia dengan memberikan perlakuan yang sama bagi semua restoran. Karthik menjelaskan,”Satu hal penting yang perlu diketahui pengguna adalah Zomato tidak akan mengijinkan restoran membayar untuk bisa muncul lebih tinggi dalam hasil pencarian, atau mendapatkan rating dan ulasan atau bahkan menghapus ulasan yang ada. Hasil pencarian yang muncul adalah murni organik, dan berdasarkan algoritma kepopuleran kami.”
Salah satu keunggulan teknologi Zomato ialah algoritma perusahaan yang menentukan popularitas restoran yang ada di platform Zomato. Karthik percaya hal ini adalah inovasi terpenting yang membedakan Zomato dengan pemain lainnya dalam industri foodtech. Algoritma ini tidak hanya mengkalkulasi rating restoran berdasarkan perhitungan rata-rata sederhana dari rating yang diberikan pengguna. Rating yang diberikan pengguna memiliki bobot yang berbeda tergantung kredibilitas pengguna dari Zomato tersebut.