Tribun Techno
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Facebook Tak Akan Toleransi Lagi Tayangan Video dengan Iringan Lagu Bajakan

Algoritma yang dimaksud mirip dengan Content ID milik YouTube, yang bisa mengenali keaslian musik dalam sebuah video.

Facebook Tak Akan Toleransi Lagi Tayangan Video dengan Iringan Lagu Bajakan
DIGITAL TRENDS

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Facebook dikabarkan sedang menggodok sebuah algoritma yang bisa mengenali musik dan video bajakan, serta otomatis memblokirnya agar tidak lagi tampil di aliran timeline.

Algoritma yang dimaksud mirip dengan Content ID milik YouTube, yang bisa mengenali keaslian musik dalam sebuah video.

Sebagai contoh, biasanya orang mengunggah video yang disertai lagu milik penyanyi tertentu sebagai musik latar (backsound).

Padahal, orang tersebut tidak memiliki izin atau lisensi untuk menyematkan lagu tersebut.

Algoritma baru Facebook itu nantinya bekerja mencari video dengan backsound musik yang tidak memiliki izin.

Facebook juga akan memblokir video itu secara otomatis agar tidak bisa dilihat orang lain.

Saat Facebook selesai mengembangkan algoritma anti-pembajakan itu, perusahaan kemudian berencana mengadakan kerja sama lisensi dengan label-label rekaman.

Harapannya, lisensi tersebut bakal meliputi seluruh musik yang ada di Facebook.

Perundingan terkait lisensi tersebut sedang berlangsung dan diperkirakan membutuhkan waktu cukup lama.

Setidaknya, Facebook dan para label kemungkinan baru akan bersepakat akhir paruh pertama 2017.

Sekadar diketahui, CEO National Music Publisher Association Amerika Serikat, David Israelite mengatakan, saat ini marak pelanggaran hak cipta berupa pemakaian musik milik penyanyi tertentu dalam video.

“NPMA berhasil mengidentifikasi 887 video yang memakai lagu-lagu dari Top 33 tanpa seizin penciptanya. Keseluruhan video tersebut berhasil memanen total 619 juta views, atau rata-rata sekitar 700.000 views per video,” ujar Israelite.

“Namun di dunia nyata, masalah ini bisa jadi lebih besar, karena Facebook sendiri memiliki sistem privasi (mengatur sebuah post apa pun, termasuk video, agar hanya bisa dilihat orang tertentu). Hampir mustahil untuk mengukur angka sebenarnya,” imbuhnya.

Penulis: Yoga Hastyadi Widiartanto
Sumber: ENGADGET

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas