Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Techno
LIVE ●

Tahun 2020, Potensi Ekonomi Digital Diperkirakan Bernilai 130 Miliar Dollar AS

Pemerintah Indonesia harus siap untuk membuat peraturan baru mengenai perkembangan teknologi digital ini

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Tahun 2020, Potensi Ekonomi Digital Diperkirakan Bernilai 130 Miliar Dollar AS
Istimewa
bari arijono, founder &CEO; DEI (digital  enterprise Indonesia), Abas A, Jalil , Chief Executive Officer AMANA Capital Group 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bari Arijono, pendiri dan CEO Digital Enterprise Indonesia (DEI) mengatakan revolusi digital di Indonesia baru pada tahap awal.

Saat ini banyak sektor industri yang mulai meluncurkan program transformasi digital, belum lagi industri keuangan yang sedang menjajaki kolaborasi dengan FinTech.

 “Kehadiran Blockchain masih pada tahap awal di Indonesia yang memiliki potensi ekonomi digital diperkirakan bernilai 130 miliar USD pada tahun 2020," kata Bari Arijono, Sabtu (12/5/2018) di sela-sela acara Blockchain Indo 2018, konferensi & pameran internasional tentang blockchain, fintech, dan aset digital di Jakarta.

Lantas akankah Blockchain dapat mengubah gaya hidup orang Indonesia?

"Jika Anda melihat apa yang telah diterapkan di negara lain, jawabannya sangat terlihat,” ucap Bari Arijono.

Indonesia adalah negara terpadat ketiga di Asia dengan penetrasi internet yang tinggi dan telepon pintar di antara warganya.

"Pemerintah Indonesia harus siap untuk membuat peraturan baru mengenai perkembangan teknologi digital ini, seperti bagaimana mata uang digital di masa depan dapat merespon tantangan ekonomi yang semakin berat," kata Arijono.

Baca: Peran Blockchain Bisa Buat Indonesia yang Lebih Maju

Rekomendasi Untuk Anda

Abas A Jalil, CEO Amanah Capital Group Limited sekaligus pakar keuangan di pasar Asia Tenggara mengatakan Asia Tenggara, terutama pasar Indonesia memiliki potensi besar untuk sektor Blockchain dan fintech, khususnya di Keuangan Islam dan Bisnis Digital.

“Konferensi ini menjadi tempat pembukaan untuk kemajuan lebih lanjut dalam teknologi baru ini di Asia Tenggara terutama untuk Indonesia sendiri,” ucap Abas A Jalil.

Konferensi yang digelar selama dua hari (11-12 Mei 2018) ini dihadiri oleh hampir 1000 orang dari seluruh dunia, berkumpul di tempat yang terdiri dari pembicara ahli, peserta dan peserta pameran.

Ada lebih dari 30 perusahaan yang berpartisipasi sebagai sponsor.

Mereka memamerkan berbagai platform Blockchain, teknologi baru, ICO dan bisnis digital yang dipimpin oleh sponsor utama financial.org.

Sponsor utama lainnya adalah MOS, Summico, Mfun, Fiipay, Next Level Consulting, Elzar Shariah, dan Ultroneum, semuanya dari luar negeri.

Konferensi ini menghadirkan pembicara dari gabungan keahlian global dari Eropa, Amerika dan Asia termasuk dari Indonesia yang membahas tentang teknologi, aspek regulasi dari Blockchain, keuangan Islam, ICO, teknologi baru dan aset digital.

Acara ini diselenggarakan bersama oleh Cryptoevent dan Amanah Capital Group Limited serta kemitraan lokal dengan Asosiasi Digital Enterprise Indonesia (ADEI) dan Global Citra Media.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas