Tahun 2020, Potensi Ekonomi Digital Diperkirakan Bernilai 130 Miliar Dollar AS
Pemerintah Indonesia harus siap untuk membuat peraturan baru mengenai perkembangan teknologi digital ini
Editor:
Eko Sutriyanto
Di antara topik-topik menarik menarik perhatian pasar digital Indonesia berasal dari Mr Matthew J Martin.
Pakar blockchain sekaligus CEO Blossom Finance ini membahas kaitan antara bitcoin dengan ekonomi Islam.
Topik tersebut menarik karena Asia Tenggara, terutama pasar Indonesia memiliki potensi besar untuk sektor Blockchain dan fintech, khususnya di Keuangan Islam dan Bisnis Digital.
Beberapa topik yang dibahas di antaranya adalah tentang apakah Bitcoin adalah halal untuk muslim, peraturan tentang aset digital, evolusi crypto dalam manajemen keuangan, wanita dalam blockchain dan blockchain dalam bisnis bunga.
Selain Matthew J Martin, konferensi juga diisi oleh pembicara terkemuka di industri seperti Gebhard Scherrer (co-founder DATUM), Ville Oehman (praktisi dana investasi yang terdaftar di Otoritas Moneter Singapura), Robert Ryu (Korean Venture crypto-fund), Dr Zaharuddin AR (ICO berbasis syariah asal Malaysia.
Blockchain INDO 2018 diharapkan untuk membawa ide-ide, pendapat, dan saran baru kepada otoritas tentang bagaimana teknologi baru dapat mempengaruhi ekonomi global dan negara dalam waktu dekat.
Ajang ini dapat memberikan beberapa perspektif dan masukan tentang bagaimana Blockchain dan Aset Digital dapat diatur dengan benar di Indonesia.
Ada beberapa perusahaan investasi yang berpartisipasi dalam Blockchain INDO sesuai dengan info yang diperoleh dari website www.cryptoeventindo.com
Baca tanpa iklan