Tribun Techno

Usaha Operator Seluler Kembali 'Move On' Pasca Kebijakan Registrasi Prabayar

Menurut Kristiono saat ini kompetisi di industri telekomunikasi sudah tidak rasional karena kompetisinya hanya murah-murahan

Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Usaha Operator Seluler Kembali 'Move On' Pasca Kebijakan Registrasi Prabayar
TRIBUN/DANY PERMANA
Ririek Adriansyah 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Pada tahun 2018, industri telekomunikasi nasional banyak menghadapi tantangan yang cukup berat. Salah satu tantangan di tahun 2018 adalah kebijakan registrasi kartu prabayar.

Dengan diberlakukannya registrasi prabayar, jumlah kartu yang selama ini beredar dan tidak jelas penggunanya, mengalami penurunan yang sangat signifikan. Selain jumlah kartu prabayar yang berkurang, pendapatan perusahaan telekomunikasi juga mengalami koreksi.

Diakui Ririek Adriansyah, Ketua Umum Asosiasi Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), meski registrasi prabayar awal-awalnya membawa dampak kurang menggembirakan, namun dimasa mendatang beleid tersebut akan memberikan dampak positif terhadap industi telekomunikasi nasional. Dengan registrasi prabayar akan membuat industri telekomunikasi menjadi tertata dengan baik.

Baca: Georgina Rodriguez Sibuk Jadi Pacar Terbaik Cristiano Ronaldo dan Abaikan Sesuatu yang Hits

Ririek memperkirakan dampak kebijakan registrasi prabayar tersebut tak akan berlangsung lama. Menurutnya perusahaan telekomunikasi yang tergabung dalam ATSI akan kembali menikmati pertumbuhan.

Jika beberapa tahun lalu pertumbuhan industri telekomunikasi mengacu pada jumlah pelanggan, kini pasca registrasi acuan pertumbuhan industri telekomunikasi akan mengacu pendapatan perusahaan.

Ririek memperkirakan pendapatan operator telekomunikasi pasca registrasi prabayar ini akan didapatkan dari layanan data.

bts telkomsel p
(Ilustrasi) Teknisi operator telekomunikasi sedang memasang BTS. (Istimewa)

Saat ini operator telekomunikasi terus berupaya meningkatkan pertumbuhan agar bisa 'move on'.

Dengan meningkatnya penetrasi smartphone di Indonesia dan semakin luasnya cakupan layanan 4G LTE, akan meningkatkan potensi pendapatan operator telekomunikasi dari layanan data.

“Saat ini revenue perusahaan telekomunikasi dari layanan data terus meningkat. Peningkatan ini akan terus terjadi dengan semakin banyaknya smartphone dan implementasi Internet of Things (IOT) di Indonesia. Jika pemerintah telah mengeluarkan izin 5G, tentu revenue operator selular akan semakin tumbuh,” terang Ririek di sela-sela acara Business Forum.

Agar aselerasi pertumbuhan industri telekomunikasi segera menjadi kenyataan, Ketua ATSI meminta dukungan kepada pemerintah. Ririek berharap agar Kominfo dapat segera mengeluarkan kebijakan dan regulasi terkait merger dan akuisisi di sektor telekomunikasi serta OTT yang sejalan dan berdampak positif terhadap industri telekomunikasi di tanah air.

Selain itu para anggota ATSI juga berharap Kominfo dapat melakukan simplifikasi perizinan serta pemutakhiran regulasi. Terlebih lagi industri telekomunikasi menghadapi teknologi serta layanan baru seperti 5G, Fixed Wireless Access, dan IoT.

Untuk mengakomodasi perkembangan teknologi telekomunikasi mendatang dan kebutuhan masyarakat akan layanan data, ATSI juga berharap Kominfo dapat menyediakan tambahan frekuensi untuk layanan 5G.

“Kami anggota ATSI berharap Kominfo dapat menyediakan frekuensi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan perkembangan teknologi telekomunikasi mendatang. Khususnya untuk mengakomodasi layanan 5G yang akan segera hadir di Indonesia,”terang Ririek.

Ririek berharap kedepan operator telekomunikasi yang tergabung dalam ATSI mengedepankan kualitas layanan serta ketersediaan jaringan dengan tarif yang terjangkau.

Halaman
12
Ikuti kami di
Baca Juga
© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas