Tribun Techno
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pangsa Pasar Smartphone di Indonesia Masih Dikuasai Samsung

dari sisi persaingan pasar pihaknya terus tetap merajai pasar di Indonesia lantaran pihaknya senantiasa mencoba mendengarkan konsumen.

Pangsa Pasar Smartphone di Indonesia Masih Dikuasai Samsung
TRIBUN/HO
Pengunjung mengantre untuk mendapatkan Samsung Galaxy Note 10 dan Note 10 Plus dalam acara Consumer Launch di Mall Kota Kasablanka, Jakarta, Jumat (23/8/2019). Samsung kini resmi menjual kedua smartphone keluaran terbaru tersebut secara offline, yaitu selain di Mall Kota Kasablanka, consumer launch juga di gelar di Mall Puri Indah, dan Mal Pakuwon Surabaya. Galaxy Note 10 dibanderol dengan harga Rp14 juta (8 GB/256 GB), serta Galaxy Note 10+ dibanderol dengan harga Rp16,5 juta (12 GB/256 GB) dan Rp 19 juta (12 GB/512 GB). TRIBUNNEWS/HO 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Samsung Electronics Indonesia harapkan aturan IMEI blocking segera diterbitkan.

Adapun hal tersebut guna memangkas perluasan peredaran ponsel pintar ilegal yang mengancam industri ponsel pintar resmi di Indonesia.

Lee Kang Hyun, Vice President Samsung Electronics Indonesia menyebutkan bahwa degan belum keluarnya aturan IMEI blocking, tentunya pasar Indonesia masih akan menjadi sasaran bagi pemain ilegal. Karenanya, ia menilai teknologi menjadi alternatif paling efektif.

"Penggunaan teknologi yang paling efektif saat ini, mengingat keterbatasan jumlah aparat hukum," ujarnya kepada kontan.co.id , Jumat (6/9).

Dari pihaknya sendiri, ia bilang selama ini mengantisipasi ponsel pintar ilegal dengan menghimbau konsumennya untuk membeli di toko atau jaringan resmi Samsung.

Kemudian menghimbau menolak garansi toko yang hanya beberapa bulan saja. Selanjutnya, pihaknya juga memperluas jaringan pusat purna jual di tiap kota besar.

"Juga bekerja sama dengan pemerintah untuk meningkatkan produksi ponsel dalam negeri," ujarnya.

Menilik data Laporan Quarterly Mobile Phone Shipment yang dirilis International Data Corporation (IDC), Samsung tercatat masih menguasai 26,9% pangsa pasar di Indonesia pada kuartal II 2019 lalu.

Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa secara total, pengapalan ponsel pintar di Indonesia mencapai 9,7 juta unit pada Q2 2019 sebagai rekor baru sebagai bentuk antisipasi larangan impor ponsel pintar ilegal.

Sayangnya, untuk Samsung sendiri, Lee belum bisa merincikannya.

Namun, dari sisi persaingan pasar pihaknya terus tetap merajai pasar di Indonesia lantaran pihaknya senantiasa mencoba mendengarkan konsumen.

Ia mencontohkan produk Galaxy Note 10 dan 10+ yang dapat memindahkan file ke laptop dengan mudah. "Semudah drag and drop," ujarnya.

Dari sana hingga kuartal kedua kemarin, ia mengklaim tumbuh 3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Berita Ini Sudah Tayang di KONTAN, dengan judul: Samsung masih kuasai pangsa pasar smartphone di Indonesia

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Sanusi
Sumber: Kontan
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas