Tribun Techno
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ramai Diperbincangkan Karena Bisa Bangkitkan Memori Lama, Apa itu My Heritage?

Baru-baru ini, sebuah aplikasi yang bisa membuat efek gerakan pada objek dua dimensi dan tiga dimensi sedang viral di dunia maya.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fandi Permana

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aplikasi Artificial Inteligence saat ini banyak di platform Android maupun App Store.

Baru-baru ini, sebuah aplikasi yang bisa membuat efek gerakan pada objek dua dimensi dan tiga dimensi sedang viral di dunia maya.

Aplikasi My Heritage mendadak viral karena mampu membuat momen yang terlewat seolah-olah hidup kembali.

My Heritage dapat mengedit foto diam menjadi gambar bergerak, seolah sang pemilik foto hidup. Selain itu dalam objek tiga dimensi seperti patung, boneka, dan benda lainnya bisa dibuat bergerak seperti hidup.

Baca juga: AKSES DJPONLINE.PAJAK.GO.ID untuk Lapor SPT Tahunan PPh Secara Online, Berikut Panduannya

Netizen ramai-ramai menggunakan aplikasi baru ini untuk sekadar membagikan momen lawas seperti foto dari orang yang sudah tiada. Merekapun membagikan konten MyHeritage di media sosial baik Twitter maupun TikTok hingga Instagram.

Respons positif didapatkan dari para pengguna, karena mereka senang dapat melihat animasi dari orang terdekat mereka yang telah meninggal.

Aplikasi My Heritage merupakan sebuah teknologi animasi yang memiliki fitur untuk menggerakkan objek diam. Melalui sebuah fitur yang disebut Deep Nostalgia yang dirilis My Heritage pada 25 Februari 2021, semua objek bisa diedit sedemikian rupa agar terlihat hidup.

Baca juga: Perpres Investasi Miras Dicabut, Masyarakat Diminta Hentikan Perdebatan di Medsos

Deep Nostalgia dibuat menggunakan teknik kecerdasan buatan (AI) untuk membuat foto bisa tampak bergerak, tersenyum dan berkedip.

Para pengguna My Heritage menggunakan aplikasi ini untuk menghidupkan sebuah foto lama baik kerabat atau orang tua yang sudah tiada.

Dalam pernyataan resmi My Heritage pada 4 Maret lalu, pihaknya mengklaim aplikasinya telah digunakan untuk mengedit lebih dari 10 juta wajah oleh para penggunanya.

Namun, My Heritage mengakui bahwa teknologinya mungkin kontroversial di tengah maraknya video deepfake. Video deepfake kerap disalahgunakan untuk tindakan kejahatan seperti penipuan dan pemalsuan data.

Deepfake sendiri adalah AI digunakan untuk membuat animasi hiper realistis dari orang sungguhan yang seringkali sulit dibedakan dari rekaman asli.

Aplikasi My Heritage versi Android telah diunduh sebanyak 5 juta lebih pengguna dan berhasil mendapat rating 3.5.

Ikuti kami di
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas