Tribun Techno
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kelangkaan Chip Masih Melanda, Harga Ponsel Diperkirakan Akan Naik dalam Waktu Dekat

Salah satu komponen penting dalam pembuatan smartphone adalah chip yang saat ini mengalami kelangkaan.

Kelangkaan Chip Masih Melanda, Harga Ponsel Diperkirakan Akan Naik dalam Waktu Dekat
Mi.com
ilustrasi: Salah satu komponen penting dalam pembuatan smartphone adalah chip yang saat ini mengalami kelangkaan. Meski memiliki ukuran mungil, komponen ini tentu saja sangat vital dan amat penting perannya karena berfungsi membantu sistem pengoperasian prosesor di dalam ponsel. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fandi Permana

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Salah satu komponen penting dalam pembuatan smartphone adalah chip yang saat ini mengalami kelangkaan.

Meski memiliki ukuran mungil, komponen ini tentu saja sangat vital dan amat penting perannya karena berfungsi membantu sistem pengoperasian prosesor di dalam ponsel.

Akibat pasokan chip yang langka, imbas yang segera mengantui peritel dan penjual ponsel adalah kenaikan harga. Kenaikan harga perangkat ponsel atau sejenisnya saat ini diakibatkan kurangnya pasokan chip global saat ini.

Baca juga: Imbas Langkanya Chipset, Harga Oppo Band Naik Rp 50 Ribu Menjadi Rp 649.000

Kekhawatiran itu membuat President Xiaomi Corp Wang Xiang angkat bicara. Wang mengungkapkan langkanya chip dalam pasar global membuat kenaikan harga jual bisa terjadi meski perusahaan berusaha mengoptimalkan biaya hardware.

"Sejujurnya ini jadi masalah utama produsen teknologi saat ini. Kami akan melakukan yang terbaik untuk menawarkan harga terbaik yang kami bisa berikan kepada konsumen. Namun terkadang, kami mungkin harus meneruskan sebagian dari kenaikan biaya kepada konsumen dalam kasus berbeda," katanya mengutip laman Reuters, Minggu (28/3/2021).

Awal mula langkanya kompenin ini sudah tercium sejak akhir tahun lalu. Bahkan, pakar teknologi dan ahli menyebut fenomena ini sebagai chipageddon atau kiamat chip.

Langkanya chipset bermula sejak mewabahnya pandemi Covid-19. Ketika itu banyak pabrik dan produksi chip di China menutup kegiatan industrinya karena pembatasan besar atau karantina wilayah.

Hal itu memicu masalah baru yaitu meningkatnya permintaan smartphone dan gadget saat pandemi. Terlebih di masa pandemi ini semua manusia di dunia membutuhkan perangkat untuk menunjang aktivitasnya baik belajar maupun bekerja.

Sementara itu pasokan untuk membuat chip di banyak gudang produsen habis, meski ada juga perusahaan yang menimbul chip untuk produknya sendiri. Hal ini membuat pasokan chip mengetat di tengah permintaan yang tinggi.

Langkanya chip juga dipengaruhi kebijakan Mantan Presiden AS, Donald Trump yang melarang jual teknologi AS ke perusahaan China. Tentu kebijakan itu melukai SMIC, salah satu produsen chip terbesar di dunia.

Bayangkan, betapa kesulitannya SMIC untuk memproduksi chip karena semikonduktor-nya menggunakan teknologi dari AS.

Salah satu pemasok chip terbesar di dunia, Qualcomm Inc juga merasakan hal yang sama. Qualcomm mengatakan sedang berjuang untuk memenuhi semua pesanan dari berbagai merek smartphone utama.

"Kami merasakan tekanan, tapi kami terlihat baik-baik saja," ujar Wang Xiang perwakilan dari Qualcomm.

Langkanya produksi chip juga berimbas pada salah satu produk smartband terbaru dari Oppo. Oppo Band yang diluncurkan beberapa hari lalu terpaksa menaikkan harga jualnnya akibat langkanya perangkat chip saat produk gelang pintar itu terlanjur di lepas ke konsumen.

Ikuti kami di
Editor: Sanusi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas