Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Techno
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Industri Satelit Miliki Peran Strategis, Pemerintah Diminta Serius Berikan Proteksi

Berdasar catatan di Kominfo, putusnya jalur SKKL Biak - Jayapura sudah terjadi beberapa kali dalam beberapa tahun terakhir. 

Industri Satelit Miliki Peran Strategis, Pemerintah Diminta Serius Berikan Proteksi
dok Telkom Indonesia
Telkom menerjunkan kapal DPL untuk memperbaiki jaringan kabel laut yang putus di perairan antara Biak-Jayapura. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama PT Telkom Indonesia Tbk (Telkom) terus berupaya memulihkan gangguan jaringan telekomunikasi kabel laut yang terjadi di wilayah Papua.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menjelaskan, gangguan tersebut dipicu putusnya Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS) ruas Biak - Jayapura.

Menteri Johnny memaparkan, berdasarkan hasil pengamatan, faktor alam menjadi pemicu terjadinya gangguan infrastruktur telekomunikasi di wilayah Papua.

Karena, putusnya Jalur kabel serat optik Biak - Jayapura ini bukanlah pertama kali ini terjadi. Berdasar catatan di Kominfo, putusnya jalur SKKL Biak - Jayapura sudah terjadi beberapa kali dalam beberapa tahun terakhir. 

Menkominfo menyatakan, gangguan tersebut tidak sampai membuat Papua mengalami total blackout dan kini PT Telkom tengah menangani dan memulihkan jaringan di wilayah terdampak.

Baca juga: Penyambungan Kabel Laut Sukses, Layanan Telkom di Jayapura Kembali Normal

Dari 464 Gbps total trafik dari Papua, hanya 154 Gbps saja yang mengalami gangguan. Menteri Johnny mengatakan saat ini PT Telkom sudah menyiapkan backup link dengan kapasitas 4,7 Gbps.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.662 Mbps ditunjang dari pemanfaatan link satelit. Backup link sebesar 500 Mbps juga didapat dari radio long haul Palapa Ring Timur 500 Mbps. Radio long haul Sarmi-Biak 1,6 Mbps.

Baca juga: Kominfo Sebut Kabel Fiber Opitic Bawah Laut yang Putus di Papua Terjadi Akibat Faktor Alam

"Sedangkan untuk mengamankan kualitas link pada saat proses penyambungan, PT Telkom juga menyediakan backup link, khususnya untuk wilayah Manokwari dan Biak sebesar 40 Gbps melalui Palapa Ring Timur," ujar Menteri Johnny.

Melihat fenomena ini Muhammad Farhan, anggota Komisi I DPR Fraksi Nasdem menilai industri telekomunikasi melalui satelit masih menjadi Industri yang sangat strategis karena layanan kabel laut dan seluler di Indonesia sampai saat ini belum menjangkau setiap daerah di Papua.

Dengan satelit cakupan untuk menyediakan layanan telekomunikasi akan semakin luas dan mudah.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas