Tribun Techno

Tanda-tanda Korporasi Butuh Inovasi Digital: Revenue Stagnan, Teknologi Usang, Pemimpin Tak Inovatif

Sebagai sebuah konsep, inovasi mengacu pada proses yang dilakukan individu atau perusahaan dalam membuat konsep produk

Penulis: Choirul Arifin
Editor: Hendra Gunawan
Tanda-tanda Korporasi Butuh Inovasi Digital: Revenue Stagnan, Teknologi Usang, Pemimpin Tak Inovatif
istimewa
Wesley Harjono, Managing Partner, GK - Plug and Play 

Laporan Wartawan Tribunnews, Choirul Arifin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di era modern saat ini, banyak faktor yang dapat menjadi pendorong atau bahkan penghalang kesuksesan sebuah bisnis atau usaha, tetapi salah satu elemen kunci yang terus menjadi penentu mendasar adalah inovasi.

Sebagai sebuah konsep, inovasi mengacu pada proses yang dilakukan individu atau perusahaan dalam membuat konsep produk, cara, dan/atau ide baru, baik kecil maupun besar, dan proses tersebut memiliki dampak besar bagi kemajuan perusahaan.

Tujuan inovasi cukupberagam, karena tantangan yang dihadapi perusahaan masa kini juga amat beragam, mulai dari tenaga kerja, logistik, pengadaan produk, kesejahteraan karyawan, kebijakan atau regulasi, hingga permodalan.

Baca juga: Pemerintah Dorong Digitalisasi UMKM, Netizen Suarakan Tagar UMKM Go Digital

"Tidak ada istilah one size fits all untuk inovasi berbasis solusi pada masa kini," ujar Wesley Harjono, Managing Partner, GK - Plug and Play, Kamis (14/10/2021).

Perusahaan yang lambat dalam berinovasi seiring berjalan waktu cenderung akan tidak berkembang, kurang kompetitif, mudah kalah dalam persaingan pasar, hingga pada titik ekstrim yaitu tidak relevan lagi di market.

Menawarkan ide yang lebih baru dan segar, kemunculan perusahaan baru bisa jadi ancaman tersendiri bagi perusahaan yang telah lama berdiri.

Baca juga: Meningkatnya Penggunaan Livin Dongkrak Transaksi Digital Bank Mandiri Hingga Rp 1.043 Triliun

Terlebih jika perusahaan lama tersebut tak banyak melakukan inovasi baru dan hanya berkutat pada produk dan cara-cara lama. Oleh sebab itu, inovasi merupakan hal yang harus dilakukan agar bisnis tetap berjalan maksimal.

“Dengan berinovasi, perusahaan secara tidak langsung akan meningkatkan kualitas produk dan kinerja pekerja. Namun, challenge terbesar adalah kemampuan untuk bisa mengenali saat perusahaan membutuhkan sebuah inovasi atau, lebih parahnya, sudah kehilangan semangat berinovasi,” ujar Wesley Harjono.

Menurut Wesley, benang merah dari perusahaan-perusahaan yang berinovasi dengan tepat adalah adanya budaya kerja yang innovation-minded, sehingga manajemen pun berpedoman pada pola pikir evidence-based solutions untuk memecahkan isu yang tengah dihadapi.

Baca juga: Generasi Muda Didorong Manfaatkan Media Digital untuk Kemajuan Bangsa

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas