Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Techno
LIVE ●

Cegah Kejahatan Siber, Perbankan dan Nasabah Diminta Tingkatkan Keamanan Digital

Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC Pratama Persadha mengatakan, perkembangan kejahatan siber turut membawa ancaman ke dunia perbankan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Cegah Kejahatan Siber, Perbankan dan Nasabah Diminta Tingkatkan Keamanan Digital
Foto McAfee Blog
Ilustrasi hackers (peretas) internet. Cegah Kejahatan Siber, Perbankan dan Nasabah Diminta Tingkatkan Keamanan Digital 

Untuk langkah ke depan, Q2 Technology menyarankan setiap perusahaan sudah memiliki incident response plan jika terjadi kejahatan siber

Selain itu, investasi pada teknologi automatisasi seperti machine learning dan artificial intelligence juga dibutuhkan agar tetap relevan di masa digital.

Dept. Head Information Security Division PT Bank Rakyat Indonesia Irfan Syukur menyatakan, ada lima kategori ancaman siber utama dalam industri perbankan saat ini, yakni mobile devices, digital connectivity, malware, partnership dan API.

Pertama, mobile devices saat ini telah banyak dipergunakan seperti untuk sistem pembayaran dan lainnya, di mana meningkatnya jumlah maupun jenis perangkat mobile dapat meningkatkan risiko serangan siber. 

“Kedua, digital connectivity atau konektivitas digital dari peningkatan eksposur data penting melalui adopsi sistem digital dan interkonektivitas,” tuturnya.

Baca juga: Serangan Siber Incar Sektor Keuangan, Masyarakat Harus Persenjatai Diri

Ketiga, malware, kecanggihan semakin mudah diakses dan otomatis melampaui kemampuan pertahanan saat ini.

Keempat, API, penggunaan vendor pihak ketiga yang menimbulkan risiko di luar kendali langsung. 

Rekomendasi Untuk Anda

"Kelima, kemitraan melalui konvergensi cyber komersial dan pemerintah,” paparnya.

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas