Fokus pada Teknologi dan Digital, John Riady Sebut Lippo Mulai Investasi di Startup Sejak 2014
Berbagai inovasi bisnis terkait pengembangan teknologi dan digital telah digulirkan John Riady.
Penulis: Sanusi
Editor: Hasanudin Aco

Kedua perusahaan ini menjalin satu joint venture (JV) untuk mendirikan perusahaan financial technology (fintech) di Indonesia.
Tahapan ketiga ialah later stage, atau melakukan investasi di perusahaan-perusahaan teknologi dan digital yang telah besar.
Dalam tahapan ini, Lippo berinvestasi di perusahaan-perusahaan yang telah besar, seperti Bukalapak dan GoTo.
Setelah berbagai pembelajaran dan kolaborasi yang dilakukan, tahapan berikutnya ialah melakukan transformasi perusahaan yang dimilikinya, salah satunya ialah PT Multipolar, Tbk (MLPL).
Sesuai transformasi yang dilakukan, perusahaan ini melakukan rebranding dengan mengganti logo, identitas baru hingga mengubah penyebutan Multipolar menjadi MPC.
Dengan mengusung konsep “The Future is Digital”, MPC juga mempertajam fokus bisnisnya sebagai perusahaan investasi teknologi terkemuka di Indonesia dan Asia Tenggara.
Transformasi ini menjadi penanda perubahan strategi Lippo ke arah digital. Strategi ini sejalan dengan peluang besar yang ada.
Berdasarkan riset e-Conomy SEA 2021 yang disusun Google, Temasek, dan Bain & Coyang melansir potensi nilai ekonomi digital Indonesia akan melonjak sebesar 330 miliar dolar AS pada 2030.
Untuk meraih peluang tersebut MPC akan fokus pada empat pilar, yakni pendanaan tahap awal, pendanaan tahap pengembangan dan lanjutan, digitalisasi portofolio, serta meningkatkan peran sebagai mitra lokal bagi perusahaan skala global.
Sebagai langkah awal untuk pendanaan, MPC telah menggalang dana melalui kemitraan strategis dengan Tokyo Century Corporation.
Melalui kemitraan strategis ini, MLPL mendapatkan dana segar sebesar USD50 juta melalui mekanisme pembelian instrumen konversi dengan tenor 3 tahun dan opsi perpanjangan 1 tahun.
Salah satu langkah MPC adalah membentuk perusahaan patungan (joint venture) dengan Luno—salah satu portofolio dari Venturra Capital, VC dari Lippo Group--untuk menggarap potensi aset kripto di Indonesia.
Transformasi lain yang dilakukan ialah dengan mengundang investor strategis perusahaan teknologi digital ke dalam perusahaan yang dimiliki Lippo, yakni PT Matahari Putra Prima, Tbk (MPPA).
Masuknya PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) sebagai salah satu investor strategis dan pemilik saham MPPA telah mendorong transformasi bisnis menjadi omnichannel retail player di Indonesia.