Tribun Techno

Video Mirip Nagita Slavina Diduga Gunakan Teknologi Deepfake, Apa Itu?

Video mirip Nagita Slavina beredar luas dan diduga tidak menyerupai wajahnya. Polisi menduga video tersebut menggunakan teknologi deepfake. Apa itu?

Penulis: Yohanes Liestyo Poerwoto
Editor: Wahyu Gilang Putranto
zoom-in Video Mirip Nagita Slavina Diduga Gunakan Teknologi Deepfake, Apa Itu?
Tribunnews.com
Video mirip Nagita Slavina beredar luas dan diduga tidak menyerupai wajahnya. Polisi menduga video tersebut menggunakan teknologi deepfake. Apa itu? 

TRIBUNNEWS.COM - Berikut penjelasan terkait teknologi bernama deepfake yang diduga digunakan untuk membuat video yang mirip dengan artis, Nagita Slavina.

Dikutip dari Kompas.com, sebuah video yang menampilkan seseorang mirip Nagita Slavina sedang ramai dibagikan.

Video tersebut menampilkan adegan tidak senonoh yang pelakunaya memiliki wajah mirip artis yang akrab disapa Gigi tersebut.

Penyebaran video ini pun dilaporkan oleh Ketua Umum Kongres Pemuda Indonesia (KPI), Pitra Ramadhoni.

Laporannya tersebut ditujukkan bagi beberapa akun media sosial yang menyebarkan video berdurasi 61 detik itu dikutip dari Tribunnews.com.

Sementara pihak kepolisian telah memastikan video mirip Gigi tersebut merupakan hasil rekayasa.

Baca juga: Soal Video Mirip Nagita Slavina, Roy Suryo: Sejak Awal Sudah Saya Katakan Orangnya Ada

Baca juga: Cara Mudah Save Video TikTok dan Download Tanpa Watermark di iPhone, iPad, dan Android

Selain itu kepolisian juga menilai video tersebut memanfaatkan teknologi deepfake.

Lalu apa itu teknologi deepfake? Berikut penjelasannya.

Tentang Teknologi Deepfake

Teknologi Deepfake
Wajah mantan Presiden AS, Barrack Obama juga pernah menjadi korban dari teknologi deepfake.

Dikutip dari recfaces.com, kata deepfake merupakan kombinasi dari dua kata yaitu deep yang merujuk pada keterlibatan teknologi Artificial Intelegence (AI) yang mana merujuk pada deep learning.

Sedangkan fake diartikan sebagai palsu.

Teknologi deepfake digunakan pada media sintetis untuk membuat konten yang dipalsukan, memindah wajah, intonasi suara, dan memanipulasi emosi dari seseorang.

Deepfake digunakan untuk mengimitasi secara digital terhadap orang yang tidak mereka lakukan.

Diketahui teknologi ini dibuat pada tahun 1990-an oleh institusi akademi lalu diadopsi oleh khalayak secara luas.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas