Tribun Techno

Dukung Transformasi Digital di Sektor Kesehatan, Asosiasi HealthTech Ajak Kolaborasi Pentahelix 

transformasi teknologi Kesehatan ke digital merupakan salah satu pilar utama yang sedang dilaksanakan sebagai program prioritas oleh Kementerian Keseh

Penulis: Choirul Arifin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Dukung Transformasi Digital di Sektor Kesehatan, Asosiasi HealthTech Ajak Kolaborasi Pentahelix 
Ist
Menkes menyampaikan paparannya ini di acara pelantikan pengurus baru Asosiasi Healthtech Indonesia periode 2022 – 2024 berlangsung hybrid, Kamis (10/2/2022). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan, transformasi teknologi Kesehatan ke digital merupakan salah satu pilar utama yang sedang dilaksanakan sebagai program prioritas oleh Kementerian Kesehatan RI.

Karenanya, dia mengharapkan agar pengembangan dan pemanfaatkan teknologi di sektor kesehatan dapat membantu meningkatkan layanan lesehatan yang berkualitas, baik melalui edukasi maupun dengan kemudahan layanan telemedis bagi masyarakat pada umumnya.

Menkes menyampaikan paparannya ini di acara pelantikan pengurus baru Asosiasi Healthtech Indonesia periode 2022 – 2024 berlangsung hybrid, Kamis (10/2/2022).

Menkes juga mengapresiasi dukungan Asosiasi Healthtech Indonesia dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

Di kesempatan sama, Direktur Ekonomi Digital Kementerian Komunikasi dan Informatika, I Nyoman Adhiarna menyatakan, untuk mendorong mempercepat transformasi digital, dibutuhkan Kesehatan Digital, Masyarakat Digital dan Ekonomi Digital.

“Kominfo terus bekerjasama dengan Asosiasi Healthtech Indonesia dalam mendorong sosialisasi dan pemanfaatan teknologi dan plaform digital dalam mempercepat kompetensi dan kapasitas pada tenaga Kesehatan dan masyarakat umum”, tuturnya.

Baca juga: Kemenkes Ungkap Banyak Tenaga Kesehatan Terpapar Covid-19 Bukan Saat Bertugas di Rumah Sakit

Muhammad Neil El Hamam, Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menambahkan, inovasi kesehatan digital sangat dibutuhkan dalam upaya peningkatkan pelayanan Kesehatan, salah satunya adalah standarisasi data kesehatan sehingga dapat digunakan secara lebih efektif dan produktif.

Asosiasi Healthtech Indonesia (AHI) didirikan pada tahun 2018, atas keinginan terhadap sistem Kesehatan di Indonesia yang perlu ditingkatan terutama di bidang teknologi.

Hadirnya sejumlah start up digital kesehatan di Indonesia merupakan hal positif yang memerlukan wadah kolaborasi yang dapat mendukung agar tetap bertahan dan berkembang.

Dr. Gregorius Bimantoro, Ketua Umum AHI menyampaikan, dalam periode ini Asosiasi Healthtech Indonesia (AHI) akan lebih fokus dalam menjalin kolaborasi pentahelix untuk mewujudkan tranformasi digital kesehatan di Indonesia.

Wakil Ketua AHI Bidang 1 Hubungan Pemerintah, Jessy Abdurrahman menjelaskan, AHI berperan dalam Upaya Inisiasi Interoperabilitas Data Kesehatan Nasional. Interoperabilitas data merupakan hal yang krusial salah satunya adalah dalam membantu memerangi covid.

“Tanpa data kita tidak bisa melakukan monitoring, tanpa monitoring tidak bisa identifikasi kesalahan jadi tidak bisa menganalisa dan pengambilan keputusan kurang akurat”, ujar Jessy.

Di kesempatan ini, Daniel Oscar Baskoro Chief Operating Officer, DTO (Digital Transformation Office) Kementerian Kesehatan RI juga mensosialisasikan mengenai Roadmap Indonesia Health Service 2024.

Baca juga: Kemenkes Rekrut Relawan Tenaga Kesehatan untuk Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19

Daniel membeberkan, platform Indonesia Health Service (IHS) dirancang untuk menghubungkan berbagai sistem yang ada di fasilitas layanan Kesehatan agar terintegrasi di dalam Platform IHS.

“Sistem ini akan dikembangkan menjadi ekosistem dimana semua data kesehatan tiap individu masyarakat akan saling terhubung dan terintegrasi sehingga data rekam medis dapat diakses dengan mudah bagi masyarakat, demi kualitas Kesehatan yang lebih baik," kata Daniel Oscar.
 

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas