Tribun Techno

Kurangi Limbah, Produsen Smartphone Diharapkan Tingkatkan Masa Pakai Baterai dan Suku Cadang

Konsumen juga akan mendapatkan jaminan akses penggantian baterai, display, charger, back cover, dan bahkan tempat SIM/kartu memori selama lima tahun

Penulis: Mikael Dafit Adi Prasetyo
Editor: Seno Tri Sulistiyono
zoom-in Kurangi Limbah, Produsen Smartphone Diharapkan Tingkatkan Masa Pakai Baterai dan Suku Cadang
Tribunlampung.co.id/Deni Saputra
Ilustrasi limbah dari elektronik seperti baterai ponsel dan lainnya. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Mikael Dafit Adi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM, BRUSSELS – Komisi Eropa menginginkan produsen smartphone global untuk meningkatkan masa pakai baterai dan memperbanyak ketersediaan suku cadang.

Dalam draf proposal yang diterbitkan minggu ini, regulator Eropa berencana memaksa produsen smartphone untuk memasok setidaknya 15 suku cadang berbeda ke reparasi profesional selama lima tahun setelah perangkat pertama kali dijual.

Konsumen juga akan mendapatkan jaminan akses penggantian baterai, display, charger, back cover, dan bahkan tempat SIM/kartu memori selama lima tahun.

Dikutip dari The Verge, Jumat (1/9/2022) draf proposal tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan perbaikan pada ponsel pintar dan mengurangi jejak karbonnya di seluruh Eropa.

Baca juga: Pakar IT Berikan 4 Tips Memilih Smartphone Favorit dan Sesuai Kebutuhan

Financial Times mengungkapkan bahwa memperpanjang siklus hidup smartphone selama lima tahun, setara dengan memangkas 5 juta mobil di jalan raya.

Uni Eropa berpendapat bahwa memaksa produsen smartphone untuk membuat produk yang lebih tahan lama dan lebih mudah diperbaiki, sama halnya dengan mengurangi limbah elektronik.

Jika proposal tersebut diadopsi di seluruh Eropa akhir tahun ini, maka pemasangan label energi baru akan mulai diterapkan pada smartphone dan perangkat elektronik lainnya.

Baca juga: Selain IMEI Terdaftar, Garansi Resmi Bikin Smartphone Kamu Terhindar dari Pemblokiran

Label energi tersebut akan menunjukkan masa pakai baterai ponsel dan juga menyertakan informasi tentang perlindungan perangkat terhadap air dan debu, bahkan menilai ketahanan ponsel ketika jatuh.

Namun, proposal tersebut dikecualikan untuk ponsel lipat atau ponsel yang dirancang untuk lingkungan dengan keamanan tinggi.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas