Twitter Dikabarkan PHK Ribuan Karyawan Kontrak Tanpa Adanya Pemberitahuan
Berdasarkan email yang dikirim ke karyawan kontrak yang terkena PHK, Twitter menyatakan bahwa pemangkasan tersebut dilakukan untuk menghemat anggaran
Penulis: Mikael Dafit Adi Prasetyo
Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Mikael Dafit Adi Prasetyo
TRIBUNNEWS.COM, CALIFORNIA – Twitter dikabarkan telah memberhentikan ribuan karyawan kontraknya pada Sabtu (12/11/2022).
Menurut laporan Casey Newton dari Platformer, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tersebut setidaknya memengaruhi sekitar 4.400 hingga 5.500 pekerja.
Laporan itu juga menambahkan bahwa sebagian besar karyawan kontrak tidak menerima pemberitahuan bahwa mereka telah diberhentikan dan baru mengetahui setelah kehilangan akses ke email perusahaan dan sistem komunikasi internal.
Baca juga: Elon Musk: Layanan Berlangganan Twitter Centang Biru akan Kembali Berjalan pada Akhir Minggu Depan
Dikutip dari The Verge, Senin (14/11/2022) Platformer pertama kali melaporkan tentang pemecatan massal pada Sabtu (12/11/2022) malam, yang mencakup karyawan yang berbasis di AS dan global yang bekerja dalam moderasi konten, real estat, pemasaran, teknik, dan departemen lainnya.
Berdasarkan email yang dikirim ke karyawan kontrak yang terkena PHK, Twitter menyatakan bahwa pemangkasan tersebut dilakukan untuk menghemat anggaran operasional perusahaan di tengah ancaman resesi dan inflasi yang terus meningkat.
Setelah diakuisisi oleh Elon Musk, sejumlah eksekutif Twitter telah mengundurkan diri atau dipecat, dan ada kemungkinan lebih banyak karyawan kehilangan pekerjaan karena kebijakan kerja langsung perusahaan yang baru.
Baca juga: Hadir di Event B20 Mengenakan Batik Bomba, Elon Musk Sebut Indonesia Miliki Masa Depan yang Cerah
Dalam transkrip sesi tanya jawab antara Musk dan karyawan yang diperoleh Alex Heath dari The Verge, Musk menjelaskan bahwa pekerja harus kembali ke kantor dan hanya "orang luar biasa" yang dapat bekerja dari jarak jauh.