Tribun Techno

Kominfo: Transformasi Digital Mulai 2003, Tapi Diakselerasi Sejak Masa Presiden Jokowi

Semuel mengungkapkan, Palapa Ring sudah diresmikan Presiden Jokowi, di mana ini nanti akan melengkapi titik yang belum tersambungkan.

Penulis: Yanuar R Yovanda
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Kominfo: Transformasi Digital Mulai 2003, Tapi Diakselerasi Sejak Masa Presiden Jokowi
Tribunnews/Irwan Rismawan
Ilustrasi penggunaan dengan QR Code. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyatakan, transformasi digital dimulai sejak 2003, tapi yang mengakselerasi adalah sejak era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyatakan, transformasi digital dimulai sejak 2003, tapi yang mengakselerasi adalah sejak era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, satu di antara pilar dari program transformasi digital adalah infrastruktur.

"Pertama, pilar infrastruktur digitalnya. Habis itu ada pilar vertikalnya, yaitu masyarakat digital, pemerintah digital, dan ekonomi digital," ujarnya dalam acara bertajuk "Akselerasi Transformasi Digital Melalui G20", Selasa (15/11/2022).

Semuel mengungkapkan, Palapa Ring sudah diresmikan Presiden Jokowi, di mana ini nanti akan melengkapi titik yang belum tersambungkan.

Baca juga: Di G20, RI dan Empat Negara ASEAN Sepakati Konektivitas Pembayaran Digital

"Semuanya kalau dasarnya, kami sudah melakukan beberapa program yang sudah dan masih berjalan," katanya.

Selain itu, lanjutnya, ada program satelit nanti yang sedang dipesan agar bisa menyambungkan ratusan ribu titik pemerintahan di Indonesia.

"Terakhir ini adalah kita bicara tentang last mile-nya yakni BTS, BTS ini sudah diberikan kepada swasta, buat swasta daerah yang tidak (komersial) mereka sangat (mempertimbangkan) membangun di daerah sana. Akhirnya pemerintah turun tangan dan membangun di daerah-daerah yang secara ekonomi tidak feasible, supaya dalam transformasi digital kuncinya no body left behind, artinya sampai pelosok desa kita layani," pungkas Semuel.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas