Tribun Techno

Inovasi Nodeflux di Teknologi Pengenalan Wajah: Optimisasi Model dan Pengembangan Liveness Detection

Liveness detection merupakan algoritme yang mendeteksi sumber sampel biometrik berasal dari representasi palsu atau manusia hidup.

Penulis: Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
Editor: Seno Tri Sulistiyono
zoom-in Inovasi Nodeflux di Teknologi Pengenalan Wajah: Optimisasi Model dan Pengembangan Liveness Detection
Shutterstock
Ilustrasi teknologi. Perusahaan teknologi pengenalan wajah (face recoginition) asal Indonesia, Nodeflux, memiliki beberapa inovasi yang menjadi andalan mereka. Nodeflux memiliki model face recognition yang kecil, namun tetap optimal dalam hal akurasi. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Endrapta Pramudhiaz

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perusahaan teknologi pengenalan wajah (face recoginition) asal Indonesia, Nodeflux, memiliki beberapa inovasi yang menjadi andalan mereka.

Pertama, Nodeflux memiliki model face recognition yang kecil, namun tetap optimal dalam hal akurasi.

Menurut Chief of Product and Research Nodeflux Adhiguna Mahendra, model itu telah lolos standar akurasi dunia yang dikeluarkan oleh National Institute of Standards and Technology (NIST).

"Dari sisi model dan latensi kecil, tapi telah lolos akurasi NIST. Ini juga sudah pernah di-benchmark dengan beberapa kompetitor dari luar," katanya ketika ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Senin (28/11/2022).

Baca juga: Dunia Kedokteran Kian Canggih, Bioadaptor Jadi Teknologi Baru Perawatan Jantung

Inovasi berikutnya adalah pengembangan algoritma kemampuan liveness detection.

Dikutip Innovatrics, liveness detection merupakan algoritme yang mendeteksi sumber sampel biometrik berasal dari representasi palsu atau manusia hidup.

Adhiguna mencontohkan face recognition yang kerap tertipu oleh muka yang tercetak di kertas glossy.

Apabila ditunjukkan ke kamera, mukanya tetap bisa terdeteksi.

"Padahal kan sebetulnya kita bisa tau kalau wajah tersebut tidak beneran. Nah, kami punya algoritma yang dikembangkan agar bisa mendeteksi keaslian," katanya.

Lalu, ada inovasi dalam pengembangan Explainable Artificial Intelligence (XAI).

Dalam inovasi ini, Nodeflux memiliki algoritma bisa mendeteksi wajah secara level pixel.

Algoritma mereka mampu menjelaskan secara level pixel mengapa seseorang dapat terdeteksi sebagai orang.

Alasan mengenai kenapa dideteksi sebagai orang, juga orang ini dianggap asli atau tidak.

"Itu karena ada parameter yang nilainya beda dari orang aslinya. Nah, kita bisa keluarkan parameter itu. Setahu saya, belum ada perusahaan lain yang menerapkan seperti itu," ujarnya.

Keputusan Nodeflux berinovasi pada itu karena face recognition banyak digunakan oleh sektor perbankan.

Sektor perbankan banyak melibatkan audit dan prinsip good governance.

Umumnya, sektor tersebut menggunakan teknologi face recognition pada aplikasi mereka.

Jadi, aplikasi bisa langsung mengenal identitas pengguna.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas