Heboh ChatGPT, Begini Sejarah, Cara Kerja hingga Dampak Penggunaan Aplikasi Berteknologi AI
Kehadiran ChatGPT membuat sejumlah perusahaan teknologi raksasa tertarik ikut membuat aplikasi serupa.
Penulis:
Namira Yunia Lestanti
Editor:
Choirul Arifin
Laporan Wartawan Tribunnews, Namira Yunia Lestanti
TRIBUNNEWS.COM, CALIFORNIA – Hanya dlam waktu beberapa bulan sejak dirilsi November tahun lalu, aplikasi ChatGPT besutan OpenAI sukses mencuri perhatian warganet global, dimana setiap harinya ada sekitar 13 juta pengguna yang mencoba mengakses ChatGPT.
Berkat pencapaian tersebut ChatGPT ditetapkan sebagai aplikasi konsumen dengan pertumbuhan paling pesat sepanjang sejarah.
Kehadiran ChatGPT bahkan membuat sejumlah perusahaan teknologi kepincut ikut membuat aplikasi serupa.
Kendati sejumlah negara menganggap keberadaan ChatGPT sebagai alat propaganda yang mendapat memperdaya penggunanya melalui disinformasi dan manipulasi narasi, namun hal tersebut tak lantas membuat chatbot ini mengalami sepi peminat.
Memanfaatkan kecanggihan teknologi Artificial Intelligence (AI) buatan OpenAI, kehadiran ChatGPT diklaim dapat mempermudah pengguna dalam menjawab sebuah pertanyaan serta melakukan tugas-tugas seperti mengerjakan soal ujian, hingga membuat cerita pendek dengan gaya penulis tertentu.
Kelebihan ini membuat ChatGPT besutan OpenAI mirip layaknya aplikasi virtual assistant dan customer service chatbot, karena menghasilkan tanggapan yang alami dan berkualitas dalam percakapan.
Sejarah ChatGPT
Sebelum popularitas ChatGPT melonjak, OpenAI awalnya menciptakan chatbot dengan tujuan untuk membuat teknologi AI lebih aman dan bermanfaat bagi masyarakat.
Namun pada tahun 2018, OpenAI meluncurkan model GPT (Generative Pretrained Transformer), yang menjadi salah satu model bahasa AI terpopuler pada saat itu.
Baca juga: Apple Blokir Semua Layanan Berbasis ChatGPT karena Alasan Keamanan
Seiring berjalannya waktu model Open AI terus mengembangkan kecanggihan teknologinya, hingga meluncurlah GPT-3, yang merupakan cikal bakal dari terbentuknya ChatGPT.
ChatGPT sendiri pertama kali diperkenalkan pada tahun 2020 dengan memanfaatkan feedback dari para pengguna untuk melakukan sejumlah peningkatan.
Termasuk peningkatan faktualitas, kemampuan matematika tambahan, kemampuan untuk berhenti membuat tanggapan, kemampuan untuk melihat percakapan sebelumnya, dan masih banyak lagi.
Cara kerja ChatGPT
Berdasarkan informasi yang dikutip dari laman resmi OpenAI, kecerdasan ChatGPT didapat lantaran mereka menyematkan model AI pada Reinforcement Learning from Human Feedback (RLHF).