Heboh ChatGPT, Begini Sejarah, Cara Kerja hingga Dampak Penggunaan Aplikasi Berteknologi AI
Kehadiran ChatGPT membuat sejumlah perusahaan teknologi raksasa tertarik ikut membuat aplikasi serupa.
Penulis:
Namira Yunia Lestanti
Editor:
Choirul Arifin
Dengan keunggulan itu aplikasi dapat memahami banyak hal dan memberikan tanggapan yang relevan dan akurat pada pertanyaan apa pun.
Dampak Negatf Kehadiran ChatGPT
Selain kelebihan, ChatGPT juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan oleh para penggunanya, seperti:
Jawaban yang Dihasilkan Bias
Karena ChatGPT dilatih pada data internet, dalam beberapa kasus, platform ini tidak mampu membedakan antara fakta dan opini.
Jawaban yang bias ini dikhawatirkan dapat menghadirkan disinformasi bagi pengguna.
Memerlukan Jaringan Internet
Untuk menjalankan ChatGPT pengguna diharuskan untuk memiliki jaringan internet yang stabil, agar ChatGPT dapat bekerja secara maksimal.
Apabila pengguna hanya tersambung dengan internet buruk, maka ChatGPT banyak menampilkan bug.
Picu Pengangguran
Hadirnya layanan berteknologi AI seperti ChatGPT, belakangan memicu ancaman bagi para karyawan terkait adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Prediksi ini diungkap oleh lembaga survey MLIV Pulse, dari laporannya tercatat sebanyak dua pertiga dari 292 karyawan mulai khawatir apabila pekerjaannya berisiko tergantikan oleh kecerdasan buatan.
“Ada perang AI yang sangat menarik yang muncul di antara perusahaan teknologi,” kata Profesor Ilmu Komputer Universitas Southampton Wendy Hall kepada Bloomberg TV.
Meskipun tidak semua divisi dapat digantikan dengan teknologi AI, namun dengan menyematkan teknologi model AI pada sistem Reinforcement Learning from Human Feedback (RLHF) pekerjaan tertentu dengan mudah dapat diotomatisasi oleh teknologi AI.
Diantaranya seperti menulis teks, menerjemahkan bahasa, menggambar hingga melakukan percakapan seperti manusia dengan berbagai topik.