Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Techno
LIVE ●

Heboh ChatGPT, Begini Sejarah, Cara Kerja hingga Dampak Penggunaan Aplikasi Berteknologi AI

Kehadiran ChatGPT membuat sejumlah perusahaan teknologi raksasa tertarik ikut membuat aplikasi serupa.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Heboh ChatGPT, Begini Sejarah, Cara Kerja hingga Dampak Penggunaan Aplikasi Berteknologi AI
Digital Trends
Aplikasi ChatGPT besutan OpenAI sukses mencuri perhatian warganet global. Setiap harinya ada sekitar 13 juta pengguna yang mencoba mengakses ChatGPT. 

Dengan keunggulan itu aplikasi dapat memahami banyak hal dan memberikan tanggapan yang relevan dan akurat pada pertanyaan apa pun.

Dampak Negatf Kehadiran ChatGPT

Selain kelebihan, ChatGPT juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan oleh para penggunanya, seperti:

Jawaban yang Dihasilkan Bias

Karena ChatGPT dilatih pada data internet, dalam beberapa kasus, platform ini tidak mampu membedakan antara fakta dan opini.

Jawaban yang bias ini dikhawatirkan dapat menghadirkan disinformasi bagi pengguna.

Memerlukan Jaringan Internet

Rekomendasi Untuk Anda

Untuk menjalankan ChatGPT pengguna diharuskan untuk memiliki jaringan internet yang stabil, agar ChatGPT dapat bekerja secara maksimal.

Apabila pengguna hanya tersambung dengan internet buruk, maka ChatGPT banyak menampilkan bug.

Picu Pengangguran

Hadirnya layanan berteknologi AI seperti ChatGPT, belakangan memicu ancaman bagi para karyawan terkait adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Prediksi ini diungkap oleh lembaga survey  MLIV Pulse, dari laporannya tercatat sebanyak dua pertiga dari 292 karyawan mulai khawatir apabila pekerjaannya berisiko tergantikan oleh kecerdasan buatan.

OpenAI ChatGPT
OpenAI, pencipta aplikasi ChatGPT (Tangkapan Layar OpenAI)

 “Ada perang AI yang sangat menarik yang muncul di antara perusahaan teknologi,” kata Profesor Ilmu Komputer Universitas Southampton Wendy Hall kepada Bloomberg TV.

Meskipun tidak semua divisi dapat digantikan dengan teknologi AI, namun dengan menyematkan teknologi model AI pada sistem Reinforcement Learning from Human Feedback (RLHF) pekerjaan tertentu dengan mudah dapat diotomatisasi oleh teknologi AI.

Diantaranya seperti menulis teks, menerjemahkan bahasa, menggambar hingga melakukan percakapan seperti manusia dengan berbagai topik. 

Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas