Artificial Intelligence Diyakini Perkuat Relasi dengan Customer di Sektor Bisnis
Transformasi digital merupakan perubahan mendasar dalam proses bisnis, budaya, dan pengalaman pelanggan.
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Seno Tri Sulistiyono
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT. GITS Indonesia sebagai perusahaan teknologi meluncurkan sistem Supply Chain Management (SCM) Powered by AI.
Inovasi tersebut dirancang untuk memimpin transformasi digital di sektor bisnis, dengan memberikan solusi SCM yang ditingkatkan oleh artificial intelligence (AI).
CEO GITS Indonesia Ibnu Sina Wardy mengatakan sistem tersebut dilaksanakan dengan menghadirkan kurang lebih puluhan customer dengan nuansa round table.
Baca juga: Sebanyak 62 Persen Bisnis Berpeluang Gunakan Artificial Intelligence
Sistem ini memperkuat relasi perusahaan GITS dengan customer di sektor bisnis.
"Kegiatan ini kami mengusung konsep round table dimana kita mengundang para customer kedalam acara diskusi bersama, sekaligus ada sharing session terkait teknologi khususnya A.I. Jadi, kami menghadirkan kurang lebih 40-an customer, bahkan juga masih ada calon customer yang diundang," ujar Ibnu dikutip Senin (18/9/2023).
"Transformasi digital merupakan perubahan mendasar dalam proses bisnis, budaya, dan pengalaman pelanggan. Pentingnya informasi digital mendorong kami untuk mengintegrasikan AI dalam transformasi lebih lanjut. Kami mendukung semua perusahaan untuk memiliki sistem Manajemen Rantai Pasokan untuk lebih baik agar terintegrasi," tambahnya.
Selain itu, Ibnu juga menjelaskan bahwa kegiatan tersebut memiliki makna penting bagi perusahaan dimana GITS bersama para customer harus terjaga relasinya.
Melalui peluncuran sistem SCM tersebut, Ibnu berharap terciptanya hubungan yang bisa lebih menguatkan antar perusahaan dan customer dalam meningkatkan kapabilitas serta kredibilitas untuk terus berinovasi di setiap perkembangan zaman.
"Melalui konsep round table ini, suasana diskusi berjalan lancar, dan bisa memperkuat hubungan networking kedepannya. Bahkan antar customer juga bisa saling berkolaborasi. Jadi dalam menjalankan perusahaan kita tidak bisa sendirian, dan membutuhkan hubungan timbal balik dengan customer," jelasnya.
"Sehingga kita kedepannya bisa menciptakan ekosistem bisnis yang maju terkait SCM. Jadi kita disini duduk bersama-sama untuk menghadirkan insight baru, entah itu ada inovasi dan harapan yang datang dari customer, agar menjadi refleksi bagi kami juga," pungkas Ibnu.
Perlu diketahui, SCM ini dirancang untuk membantu perusahaan meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi biaya produksi, dan mengoptimalkan inventaris dari customer.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.