Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Techno
LIVE ●

ICCD 2025 Tegaskan Peran Teknologi Digital dalam Riset dan Pembangunan Komunitas

Teknologi digital dan produk inovatif bukanlah sekadar alat, tetapi harus menjadi pintu bagi inklusi, pemerataan, dan kemandirian komunitas.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in ICCD 2025 Tegaskan Peran Teknologi Digital dalam Riset dan Pembangunan Komunitas
Istimewa
TEKNOLOGI DIGITAL - Seremonial International Conference on Community Development (ICCD) 2025, yang digelar oleh Universitas Mercu Buana (UMB) di Jakarta belum lama ini. Konferensi internasional ini mengusung tema Memanfaatkan Teknologi Digital dan Produk Inovatif untuk Pengembangan Komunitas Berkelanjutan dan menghadirkan akademisi serta praktisi dari berbagai negara 

Penelitian-penelitian tersebut mencerminkan pendekatan beragam dalam membangun komunitas berkelanjutan — mulai dari mitigasi bencana, pengelolaan limbah, hingga pemberdayaan perempuan dan ketahanan pangan perkotaan.

Berikut lima karya terbaik yang terpilih: “Disaster Resilience Partnership on Inclusive Early Warning System and SIBAR (Flood Information System) in RT.13, Pondok Betung, South Tangerang” – Universitas Budi Luhur;  “Transforming Trash into Treasure: Waste Valorization Practise in Sustainable Product Development” – Universitas Mercu Buana;  “Empowering Women Waste Bank Managers Through Waste Utilization for Hydroponic Systems at Teratai Waste Bank, Depok” – Universitas Sahid.

Kemudian  “Capacity Building of RPTRA Personnel Through Visual Communication Design Training for Social Media” – Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) “Empowering Communities through Hydroponic Farming as a Sustainable Approach to Food Security in Urban Indonesia” – BINUS University

"Kelima riset tersebut menggambarkan sinergi antara inovasi, pemberdayaan masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan, yang menjadi fondasi penting bagi pembangunan komunitas tangguh dan mandiri," kata Andi.

Membangun Ekosistem Riset Kolaboratif di ASEAN

ICCD 2025 juga menjadi momentum penting dalam memperkuat jejaring riset dan kerja sama akademik lintas negara di kawasan ASEAN dan Asia Pasifik. Forum ini membuka peluang pertukaran pengetahuan, riset bersama, serta inovasi kolaboratif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat global.

“Konfrensi ini  menegaskan pergeseran paradigma akademik menuju riset yang kolaboratif, aplikatif, dan berdampak sosial,” tutur  Andi.

Rekomendasi Untuk Anda

 

 

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas