Percepatan Digitalisasi Bawa Peluang Pengembangan AI di Indonesia
Pengembangan AI pun berpotensi tumbuh mengingat saat ini Indonesia berada di posisi 3 pengguna AI terbanyak dunia.
Penulis:
Sanusi
Editor:
Seno Tri Sulistiyono
Director & Chief IT Services Officer Lintasarta, Ginandjar, menegaskan bahwa penguatan infrastruktur digital merupakan langkah krusial dalam mewujudkan kedaulatan digital dan mempercepat pemanfaatan AI di Indonesia.
Ia menyampaikan bahwa Indonesia kini menjadi negara pengguna AI terbesar ketiga di dunia, namun ketersediaan talenta yang mampu mengembangkan dan mengelola AI masih jauh dari kebutuhan.
“AI ini kesempatan besar buat kita bisa tumbuh lebih cepat, namun jika salah menyikapi kita bisa ketinggalan dari yang lain. Untuk itu kolaborasi setiap layer penting sekali,” ungkapnya.
Ginandjar menambahkan bahwa percepatan digitalisasi tidak hanya bertumpu pada jaringan, tetapi juga pada kesiapan infrastruktur inti seperti data center dan cloud yang berperan sebagai fondasi kedaulatan digital.
“Data center itu jantungnya, di dalamnya ada cloud. Ini merupakan jantung yang memang harus kita sama-sama lakukan kolaborasi juga bagaimana kita bisa menyiapkan infrastruktur data center buat surfing seluruh Indonesia, agar seluruh pemrosesan, pemanfaatan in source,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa inisiatif AI Merdeka Lintasarta menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat ekosistem talenta digital Indonesia, memastikan bahwa pemanfaatan AI dapat dilakukan secara inklusif dan berkelanjutan di seluruh daerah.
Sementara itu, Head of Government Industry Relation Ericsson Indonesia Ronni Nurmal mengakui perlunya roadmap yang terarah untuk mendukung percepatan digitalisasi nasional, disusul langkah yang akan dilakukan. Strategi ini penting agar apa yang dibangun dapat dimanfaatkan untuk membawa sistem digital di Indonesia unggul.
“Kita jangan cuma membangun jalan tolnya saja, tapi pikirkan juga ini 5G, AI mau dipakai untuk industri, kolaborasi, efektivitas, produktivitas nya apa? Jadi kita melihat ini harus menyeluruh, sinergi semua stakeholder sehingga roadmap kita terarah dan benar-benar membuat kita lebih unggul dari yang lain,” ujarnya.
Sebagai informasi, forum strategis yang digelar Indotelko Group melibatkan para pembicara dari Kementerian Komunikasi Digital, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel), operator telekomunikasi, Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), dan vendor penyedia infrastruktur telekomunikasi.
Baca tanpa iklan