Standar FATF dan Travel Rule Perkuat Pengawasan Aset Digital Lintas Negara
Di Indonesia, tingkat kepatuhan terhadap Rekomendasi 7 FATF dilaporkan meningkat dari Partially Compliant (PC) menjadi Largely Compliant (LC).
Penulis:
Glery Lazuardi
Editor:
Seno Tri Sulistiyono
Ringkasan Berita:
- Standar FATF dan regulasi perlindungan data internasional semakin jadi acuan pengawasan aset digital global.
- Indonesia naik kepatuhan Rekomendasi 7 FATF dari PC ke LC.
- Travel Rule mewajibkan transparansi data transaksi lintas batas.
- Meski diadopsi AS, Inggris, Uni Eropa, Singapura, penerapan global masih belum merata.
TRIBUNNEWS.COM - Penerapan standar dari Financial Action Task Force (FATF) bersama regulasi perlindungan data internasional semakin menjadi acuan dalam pengawasan transaksi aset digital di berbagai negara.
Kerangka ini menekankan transparansi transaksi dan perlindungan data pengguna untuk mencegah pencucian uang, pendanaan terorisme, serta kejahatan keuangan lainnya.
Di Indonesia, tingkat kepatuhan terhadap Rekomendasi 7 FATF dilaporkan meningkat dari Partially Compliant (PC) menjadi Largely Compliant (LC).
Baca juga: Perlindungan Data Pengguna E-Wallet DANA, Ini Alasan Banyak Dipercaya
Perubahan ini mencerminkan penyesuaian kebijakan nasional dalam memperkuat pengawasan sektor keuangan, khususnya pada transaksi digital.
Penerapan Travel Rule
Salah satu ketentuan utama FATF adalah Travel Rule, yang mewajibkan lembaga keuangan dan penyedia layanan aset virtual (VASP) mengumpulkan serta membagikan data pengirim dan penerima transaksi.
Aturan ini berlaku bagi berbagai entitas, termasuk bank dan platform aset digital.
Untuk transaksi di atas ambang batas tertentu, data yang dikumpulkan mencakup identitas dasar seperti nama, alamat, serta nomor akun atau dompet digital.
Revisi kebijakan pada 2025 memperluas cakupan aturan dengan fokus pada transparansi transaksi lintas batas dan penguatan pencegahan penipuan.
Selain itu, tanggung jawab dalam proses transaksi diperjelas, dimulai dari lembaga yang menerima instruksi awal pengguna.
Tantangan Implementasi
Meski telah diadopsi di sejumlah negara, implementasi Travel Rule masih belum seragam.
Perbedaan kesiapan regulasi dan infrastruktur antarnegara menjadi kendala dalam pertukaran data lintas batas.
Selain itu, terdapat tantangan dalam menjaga keseimbangan antara keamanan dan efisiensi layanan.
Baca tanpa iklan