Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Standar FATF dan Travel Rule Perkuat Pengawasan Aset Digital Lintas Negara

Di Indonesia, tingkat kepatuhan terhadap Rekomendasi 7 FATF dilaporkan meningkat dari Partially Compliant (PC) menjadi Largely Compliant (LC). 

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Standar FATF dan Travel Rule Perkuat Pengawasan Aset Digital Lintas Negara
Unidroit.org
KEAMANAN DATA - Sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Uni Eropa, dan Singapura telah mengadopsi aturan terkait Travel Rule dalam regulasi domestik. 

Proses verifikasi yang lebih ketat berpotensi memperlambat transaksi, sementara pelonggaran prosedur dapat meningkatkan risiko penyalahgunaan.

Isu perlindungan data juga menjadi perhatian, terutama terkait pertukaran informasi pribadi lintas yurisdiksi yang harus tetap mematuhi regulasi privasi di masing-masing negara.

Konsolidasi Infrastruktur Kepatuhan

Dalam perkembangan industri, VerifyVASP mengumumkan akuisisi terhadap Sygna. 

Langkah ini mencerminkan tren konsolidasi penyedia infrastruktur kepatuhan aset digital yang sebelumnya tersebar di berbagai jaringan.

“Ini menjadi langkah penting, terutama di tengah meningkatnya dorongan dari regulator dan lembaga internasional untuk memperkuat penerapan aturan ini,” ujar CEO VerifyVASP, Shih Yun Chia,  dalam keterangan yang diterima pada Jumat (1/6/2026).

Integrasi kedua sistem dilakukan secara bertahap dengan tetap mengikuti ketentuan regulasi di masing-masing negara. Selama masa transisi, operasional layanan disebut tetap berjalan.

Rekomendasi Untuk Anda

Perkembangan Regulasi Global

Sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Uni Eropa, dan Singapura telah mengadopsi aturan terkait Travel Rule dalam regulasi domestik.

Namun, FATF menilai penerapan global masih belum merata. Perbedaan tingkat kesiapan antarnegara menjadi faktor utama yang mempengaruhi efektivitas implementasi lintas yurisdiksi.

Penyesuaian Teknologi

Seiring meningkatnya volume transaksi digital, pelaku industri mulai memanfaatkan teknologi untuk mendukung kepatuhan, seperti otomatisasi, pemantauan transaksi secara real-time, serta integrasi sistem berbagi data.

Pendekatan berbasis risiko juga diterapkan, dengan tingkat pengawasan disesuaikan berdasarkan profil transaksi dan risiko pengguna. 

Metode ini bertujuan menjaga efektivitas pengawasan tanpa menghambat pertumbuhan ekonomi digital.

Standar FATF, termasuk Travel Rule, terus menjadi rujukan utama dalam penguatan tata kelola aset digital secara global. 

Namun, tantangan harmonisasi regulasi, perlindungan data, dan efisiensi implementasi masih menjadi isu utama dalam penerapannya di berbagai negara.

 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas