Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Techno
LIVE ●

Lagu AI Membanjiri YouTube Music, Pengguna Ramai-ramai Mengeluh

Pengguna YouTube Music mengeluhkan playlist yang dipenuhi lagu AI generik dan meminta fitur pemblokiran.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Widya Lisfianti
Editor: Endra Kurniawan
zoom-in Lagu AI Membanjiri YouTube Music, Pengguna Ramai-ramai Mengeluh
Tangkap layar Google
LOGO YOUTUBE. Tangkap layar Google yang memperlihatkan logo YouTube, Jumat (7/11/2025). Pengguna YouTube Music mengeluhkan playlist yang dipenuhi lagu AI generik dan meminta fitur pemblokiran. 

Ringkasan Berita:
  • Pengguna YouTube Music mengkritik rekomendasi yang dipenuhi lagu buatan AI yang dinilai generik, “palsu”, dan mengurangi sentuhan manusia.
  • Fitur dislike dianggap tidak efektif karena lagu AI serupa terus muncul, membuat pelanggan berbayar merasa layanan tidak sepadan.
  • Pengguna meminta label jelas dan opsi memblokir lagu AI, atau mempertimbangkan pindah ke layanan lain jika masalah berlanjut.

 

TRIBUNNEWS.COM - Layanan streaming YouTube Music tengah menuai kritik dari para penggunanya. 

Sejumlah pelanggan mengeluhkan rekomendasi musik yang kini dipenuhi lagu-lagu buatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang dinilai “palsu” dan tidak memiliki sentuhan manusia. 

Keluhan ini ramai dibicarakan di forum Reddit dan memicu kekhawatiran akan potensi hilangnya pelanggan setia.

Dilaporkan oleh PhoneArena dikutip Rabu (7/1/2026), banyak pengguna menyebut playlist rekomendasi mereka dipenuhi artis tidak dikenal dengan katalog lagu yang sangat banyak dan terdengar generik. 

Lagu-lagu tersebut diduga kuat dihasilkan oleh AI dan bukan karya musisi sungguhan. 

Rekomendasi Untuk Anda

Masalah ini dirasakan terutama oleh pelanggan lama YouTube Music yang sebelumnya merasa rekomendasi platform tersebut cukup relevan dengan selera mereka.

Baca juga: Respons Boniex Saat For Revenge Tembus Top 100 YouTube Music

Keluhan semakin besar karena fitur “Not interested” atau tombol dislike dinilai tidak efektif. 

Pengguna mengaku lagu yang tidak disukai memang hilang, tetapi tak lama kemudian digantikan lagu AI lain dengan pola serupa. 

Bahkan, beberapa akun artis yang sama terus muncul di berbagai playlist, mix, dan sesi autoplay.

Situasi ini membuat sebagian pelanggan merasa tidak mendapatkan layanan yang sepadan dengan biaya langganan. 

Bagi pengguna berbayar, pengalaman mendengarkan musik yang dipenuhi konten tidak diinginkan dianggap merugikan.

YouTube Music sendiri mengandalkan algoritma untuk merekomendasikan lagu, seperti layanan streaming lainnya. 

Namun, lagu AI memiliki keunggulan dari sisi kuantitas karena dapat dibuat dengan cepat dan dalam jumlah besar, tanpa memerlukan keterampilan musik yang mendalam. 

Akibatnya, platform berisiko dipenuhi konten yang memenuhi syarat unggah, tetapi minim karakter, emosi, dan identitas artistik.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas