Ponsel Tri-Fold Dinilai Bukan Jawaban Masa Depan Foldable
Ponsel lipat terus berkembang, tetapi tri-fold dinilai bukan solusi. Rollable disebut lebih fleksibel dan realistis.
Penulis:
Widya Lisfianti
Editor:
Yurika NendriNovianingsih
Ringkasan Berita:
- Ponsel foldable masih punya banyak keterbatasan meski teknologinya membaik
- Desain tri-fold dinilai menambah masalah tanpa manfaat signifikan
- Rollable disebut sebagai arah masa depan inovasi smartphone
TRIBUNNEWS.COM - Ponsel layar lipat atau foldable masih berada di posisi yang serba tanggung.
Meski teknologinya terus berkembang, banyak orang masih mempertanyakan manfaat nyatanya dibanding ponsel biasa.
Menurut ulasan Phone Arena, masa depan ponsel lipat justru bukan pada desain tri-fold, melainkan teknologi lain yang lebih fleksibel.
Masalah Lama Foldable Masih Ada
Selama beberapa tahun terakhir, ponsel foldable sering dikritik karena sejumlah hal berikut:
- Bobot berat karena terdiri dari dua bagian yang ditumpuk
- Rasio layar utama cenderung kotak dan kurang ideal
- Lipatan layar (crease) yang masih terlihat
- Masalah daya tahan dan harga yang mahal
Meski begitu, Phone Arena mencatat ada kemajuan besar pada 2025, terutama soal bobot dan lipatan layar yang mulai memudar di model terbaru.
Daya tarik utama foldable adalah janjinya sebagai perangkat “serba bisa”.
Baca juga: iPhone Fold Dinilai Tetap Laku meski Layar Masih Berlipat
Banyak pengguna menunggu momen ketika satu ponsel bisa nyaman dipakai untuk:
- Spreadsheet dan pekerjaan
- Menonton film dan bermain gim
- Belajar, browsing, dan media sosial
Harapan inilah yang mendorong industri mencoba langkah berikutnya: ponsel tri-fold.
Tri-Fold Dinilai Menambah Masalah
Menurut Phone Arena, desain tri-fold justru memperbesar masalah foldable yang sudah ada.
Dua pendekatan tri-fold saat ini:
Huawei Mate XT
- Bisa digunakan sebagai ponsel, setengah terbuka, atau tablet
- Masalah utama: sebagian layar fleksibel selalu terbuka dan rentan rusak
Samsung Galaxy Z TriFold
- Layar utama selalu tertutup saat dilipat
- Lebih aman, tetapi perangkat menjadi lebih tebal dan tidak fleksibel
Masalah tri-fold dibanding foldable biasa:
- Harga jauh lebih mahal
- Bobot lebih berat
- Risiko kerusakan lebih besar
- Produksi lebih rumit
- Ruang kamera makin terbatas
Phone Arena menilai tri-fold terlalu mahal, rapuh, dan kurang praktis untuk penggunaan sehari-hari.
Rollable Disebut Lebih Masuk Akal
Menurut Phone Arena, foldable hanyalah tahap peralihan. Tujuan akhirnya adalah ponsel rollable, yakni layar fleksibel yang bisa digulung dan ditarik sesuai kebutuhan.
Keunggulan rollable:
- Rasio layar bisa diatur sesuai kebutuhan
- Tidak ada lipatan layar
- Desain lebih fleksibel dan variatif
Beberapa konsep rollable yang pernah muncul:
- Ponsel biasa yang bisa melebar dengan satu tombol
- Desain silinder dengan layar digulung di dalam