Lewat Sekolah Robotik, Generasi Muda Indonesia Disiapkan Hadapi Era Teknologi Modern
Setiap proses perancangan dan pengkodean simpan ide serta inovasi yang menjadi fondasi masa depan. Hal itu demi percepatan revolusi teknologi global..
Penulis:
Eko Sutriyanto
Editor:
willy Widianto
Ringkasan Berita:
- Transformasi pendidikan STEM menjadi kebutuhan mendesak di Indonesia untuk menghadapi revolusi teknologi dan persaingan global
- Kompetisi robot VEX Robotics mendorong peserta didik mengembangkan keterampilan STEM dan kompetensi abad ke-21 secara nyata dan kontekstual
- Empat tim terpilih mewakili Indonesia di kompetisi global, membentuk generasi muda siap menghadapi tantangan dan berperan sebagai inovator masa depan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Percepatan revolusi teknologi global, yang ditandai dengan pesatnya perkembangan kecerdasan buatan, otomasi, dan ekonomi digital, menempatkan pendidikan Science Technology Engineering and Mathematics (STEM) sebagai kebutuhan yang semakin mendesak bagi Indonesia. Di tengah perubahan lanskap industri yang kian kompleks, pendidikan tidak lagi cukup berfokus pada penguasaan teori, tetapi juga dituntut mampu membekali generasi muda dengan kemampuan berpikir kritis, kreatif, adaptif, serta terampil memecahkan persoalan nyata.
Baca juga: Pendaftaran Kompetisi Robotik Madrasah 2025 Kembali Dibuka, Ini Link Daftar dan Persyaratannya
Salah satu upaya yang dinilai efektif dalam menjawab tantangan tersebut adalah pembelajaran berbasis praktik melalui kompetisi robotik.
Pandangan tersebut mengemuka dalam Kompetisi Nasional VEX Robotics 2025/2026 yang digelar di Jakarta baru-baru ini. Praktisi pendidikan Chatarina Trihastuti menilai kompetisi robot bukan sekadar ajang adu teknologi, melainkan ruang pembelajaran komprehensif yang mendorong penguatan keterampilan STEM sekaligus kompetensi abad ke-21.
“Kompetisi robot menjadi salah satu sarana untuk mengembangkan keterampilan STEM sekaligus kompetensi abad ke-21, termasuk riset, berpikir kritis, pemecahan masalah, komunikasi, analisis data, dokumentasi, ketahanan, dan kolaborasi global,” ujar Chatarina di sela-sela kegiatan, Selasa(27/1/2026).
Kompetisi nasional tersebut diikuti oleh 12 tim dari sejumlah sekolah, yakni Jakarta Intercultural School (JIS), Sinarmas World Academy (SWA), dan Surabaya Intercultural School (SIS). Dari ajang ini, empat tim terbaik terpilih untuk mewakili Indonesia dalam Kompetisi VEX Robotics Global yang akan digelar di Amerika Serikat pada 21–30 April 2026.
Keempat tim tersebut terdiri atas SWA RoboKnights ES untuk kategori VEX IQ Robotics Competition Elementary School (VIQRC ES), SWA RoboKnights MS untuk kategori VEX IQ Robotics Competition Middle School (VIQRC MS), JIS Petre Dish untuk kategori VEX V5 Robotics Competition Middle School (V5RC MS), serta SWA RoboKnights HS untuk kategori VEX V5 Robotics Competition High School (V5RC HS).
Direktur ProVisi Mandiri Pratama menambahkan bahwa VEX Robotics tidak hanya berfokus pada pembangunan robot, tetapi juga pada pembentukan karakter dan pola pikir peserta didik. Menurutnya, setiap proses perancangan dan pengkodean menyimpan ide serta inovasi yang menjadi fondasi masa depan.
“VEX Robotics bukan sekadar membangun robot, tetapi membangun masa depan peserta didik dan masa depan Indonesia. Di balik setiap robot dan coding terdapat ide dan inovasi brilian yang patut dirayakan,” ujarnya.
Baca juga: Teknologi Bedah Robotik Dorong Layanan Kesehatan Indonesia Setara Standar Global
Senada, akademisi Stanislav Sousek menilai kompetisi robotik menunjukkan bahwa pendidikan STEM di Indonesia dapat diterapkan secara nyata, relevan, dan kontekstual. Ia menegaskan, pendekatan ini berperan penting dalam membentuk generasi muda yang siap bersaing di tingkat global.
“Kompetisi seperti ini membuktikan bahwa pendidikan STEM bukan konsep abstrak, tetapi dapat diimplementasikan secara langsung untuk membentuk inovator masa depan,” kata Kepala Sekolah Sinarmas World Academy tersebut.
Melalui ajang kompetisi robotik, pendidikan STEM diharapkan tidak hanya menjadi wacana, tetapi hadir sebagai praktik pembelajaran yang mampu menjawab tantangan zaman dan memperkuat daya saing generasi muda Indonesia di kancah internasional.
Baca juga: Perusahaan Tiongkok Garap Bisnis Teknologi Robotik untuk Industri di Malaysia
Baca tanpa iklan