Ferry Arya Seto Angkat Budaya Indonesia Lewat Video AI, Kreator Video Blackpink Bernuansa Nusantara
Kreator AI Ferry Arya Seto, pamerkan lewat karya-karya visual berbasis kecerdasan buatan dibagikan di akun Instagram pribadinya, @ferikid
Penulis:
Yessy Arisanti Wienata
Editor:
Nila
TRIBUNNEWS.COM - Kreator AI asal Indonesia, Ferry Arya Seto, terus mencuri perhatian publik.
Terutama, lewat karya-karya visual berbasis kecerdasan buatan yang ia bagikan di akun Instagram pribadinya, @ferikid.
Hingga Januari 2026, akun tersebut tercatat memiliki 18,9 juta pengikut.
Menjadikannya satu di antara kreator AI dengan basis audiens terbesar di Indonesia.
Lewat platform itu, Ferry secara konsisten mengunggah berbagai karya video AI dengan pendekatan sinematik dan narasi visual yang kuat.
Sejumlah karyanya bahkan viral dan menuai jutaan penayangan.
Satu di antara karya yang paling banyak diperbincangkan adalah video AI yang menampilkan member grup K-pop Blackpink dalam balutan budaya Indonesia.
"Kita balik sekarang, kita Indonesiakan Korea, bisa nih Blackpink kita bikin versi Indonesianya", jelas Ferry dalam wawancara program On Cam Everynight pada Sabtu (24/1/2026).
Dalam video tersebut, keempat member BlackpinkāJisoo, Jennie, RosĆ©, dan Lisaādikreasikan tampil berbeda dari citra panggung megah yang biasa mereka suguhkan.
Baca juga: Teknologi AI Mengubah Rantai Nilai di Industri TelekomunikasiĀ
Selama ini, mereka dikenal lewat penampilan di panggung-panggung besar dengan penonton dari berbagai negara.
"Kita coba bikin citra panggung Blackpink ini bertolak belakang", ungkap Ferry.
Blackpink sendiri merupakan grup vokal wanita asal Korea Selatan yang dibentuk oleh YG Entertainment.
Namun dalam karya Ferry, keempat member Blackpink justru digambarkan bernyanyi di panggung kecil, mengenakan kebaya khas Indonesia, dengan suasana yang lebih intim dan membumi.
"Jadi, ketika mereka adalah superstar di panggung besar dan lighting bagus, sehingga kita mencoba untuk bagaimana biar mereka dangdutan di acara dangdut kampung, disawer dan dengan baju kebaya Indonesia, jadi biduan begitu". terangnya.
Tak hanya sekadar busana, nuansa lokal juga terasa kuat lewat visual interaksi para member yang digambarkan melakukan berbagai aktivitas bernuansa Indonesia.
Baca tanpa iklan