WhatsApp Premium Segera Rilis, Ini Harga dan Fitur yang Didapat
WhatsApp mulai uji coba layanan berbayar “WhatsApp Plus” dengan fitur tambahan personalisasi dan organisasi chat.
Penulis:
Widya Lisfianti
Editor:
Suci BangunDS
Ringkasan Berita:
- WhatsApp menguji layanan berbayar “WhatsApp Plus” dengan fitur tambahan.
- Harga sekitar Rp47 ribu per bulan, tergantung wilayah pengguna.
- Fitur utama tetap gratis, layanan premium fokus pada personalisasi.
TRIBUNNEWS.COM - Aplikasi pesan instan WhatsApp mulai menguji layanan berbayar baru bernama “WhatsApp Plus”.
Fitur ini ditujukan bagi pengguna yang ingin mendapatkan pengalaman lebih personal saat menggunakan aplikasi, tanpa mengubah fungsi utama yang selama ini gratis.
Informasi ini pertama kali dilaporkan oleh WABetaInfo, yang menyebut bahwa WhatsApp Plus saat ini masih dalam tahap uji coba terbatas pada pengguna Android versi beta.
Peluncuran lebih luas, termasuk ke iOS dan platform lain, diperkirakan akan dilakukan setelah tahap pengujian selesai.
Layanan ini berbentuk langganan bulanan dengan harga sekitar 2,99 dolar AS per bulan.
Jika dikonversi, nilainya setara sekitar Rp47.000 per bulan (kurs ±Rp15.800 per dolar AS).
Disclaimer: Nilai tukar dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kurs yang berlaku.
Di Eropa, harga yang muncul sekitar €2,49 per bulan atau setara sekitar Rp43.000.
Sementara di Pakistan, biaya langganan tercatat sekitar PKR 229 atau setara sekitar Rp13.000.
Perbedaan harga ini menunjukkan bahwa WhatsApp kemungkinan akan menyesuaikan tarif berdasarkan wilayah pengguna.
Meski berbayar, WhatsApp memastikan bahwa fitur utama seperti pesan, panggilan suara, dan keamanan tetap tersedia secara gratis.
Baca juga: WhatsApp Siapkan Fitur Tema Chat untuk Versi Web
Sistem enkripsi end-to-end juga tidak berubah, sehingga privasi pengguna tetap terjaga.
WhatsApp Plus lebih fokus pada fitur tambahan yang bersifat personalisasi.
Pengguna dapat mengubah tampilan aplikasi dengan berbagai pilihan warna tema baru.
Selain itu, tersedia juga opsi untuk mengganti ikon aplikasi dengan desain yang lebih beragam.
Fitur lain yang ditawarkan termasuk stiker premium dengan efek animasi, nada dering eksklusif, serta kemampuan untuk mengatur tampilan dan notifikasi chat secara lebih detail.
Pengguna juga bisa menyematkan hingga 20 chat di bagian atas, lebih banyak dibandingkan versi gratis yang hanya mendukung tiga chat.
Selain itu, pengguna dapat mengatur daftar chat dengan pengaturan khusus, seperti tema dan nada notifikasi yang otomatis diterapkan ke beberapa percakapan sekaligus.
Hal ini dinilai memudahkan pengguna yang memiliki banyak chat aktif.
Menurut laporan PhoneArena, Meta sebagai induk WhatsApp menyatakan bahwa layanan ini dirancang untuk pengguna yang ingin memiliki lebih banyak kontrol dan kustomisasi.
Uji coba dilakukan secara terbatas untuk mengumpulkan masukan sebelum dirilis secara luas.
Sementara itu, 9to5Mac melaporkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi Meta untuk mengembangkan sumber pendapatan baru melalui layanan berlangganan di berbagai platform, termasuk Facebook dan Instagram.
WhatsApp sendiri sebelumnya pernah menerapkan biaya langganan tahunan sebelum akhirnya dihapus pada 2016.
Kini, dengan basis pengguna yang sangat besar, model berbayar kembali diuji namun dengan pendekatan berbeda, yaitu tetap mempertahankan layanan utama secara gratis.
Hingga saat ini, belum ada jadwal resmi kapan WhatsApp Plus akan dirilis secara global.
Namun, uji coba yang sedang berlangsung memberi gambaran awal tentang arah baru pengembangan aplikasi tersebut.
(Tribunnews.com/Widya)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.