Data Pribadi Dijual Murah di Dark Web, NordVPN Buat Alat Pengecek Nilainya
NordVPN meluncurkan kalkulator interaktif untuk menunjukkan nilai data pribadi pengguna berdasarkan riset dark web.
Editor:
Tiara Shelavie
Ringkasan Berita:
- NordVPN meluncurkan kalkulator interaktif untuk menunjukkan nilai data pribadi pengguna berdasarkan riset dark web.
- Penelitian mereka menemukan berbagai data seperti akun email, kartu kredit, dan identitas digital dijual dengan harga sangat murah.
- Temuan ini menyoroti pentingnya keamanan digital seperti password unik dan autentikasi multi-faktor.
TRIBUNNEWS.COM - NordVPN mengajak publik memahami nilai data pribadi mereka di internet melalui alat baru berbasis riset mendalam tentang dark web.
Dilansir Techradar, penyedia VPN yang dikenal luas itu menganalisis lebih dari 75.000 listing di marketplace dark web dan menyusun daftar data pribadi yang paling sering diperdagangkan di sana. Mulai dari rekening bank, langganan Netflix, hingga detail kartu kredit, data-data tersebut kerap dijual dengan harga serendah 5 dolar AS.
Untuk menggambarkan situasi tersebut, NordVPN mengubah hasil penelitiannya menjadi kalkulator interaktif yang memungkinkan pengguna mengetahui berapa nilai data sensitif dan unik mereka jika jatuh ke tangan yang salah.
Bagaimana cara kerjanya?
Kalkulator NordVPN mengajak pengguna menghitung “nilai digital” mereka sendiri. Dengan memilih negara asal dan jenis data yang dimiliki, alat tersebut akan menampilkan estimasi harga yang kemungkinan dibayar penjahat siber untuk membeli paket data tersebut di dark web.
“Setiap akun online yang Anda miliki memiliki label harga di dark web,” ujar CTO NordVPN, Marijus Briedis.
Fenomena ini sebenarnya bukan hal baru. Perusahaan asuransi sudah lama memberi nilai ekonomi pada kehidupan manusia.
Namun dark web melangkah lebih jauh, memungkinkan dinamika pasar kriminal menentukan harga aset digital manusia pada level yang mengejutkan—bahkan hanya 1 dolar AS untuk akun email pribadi jika dijual dalam jumlah besar.
Baca juga: Verifikasi Usia Online Mudah Diakali, Anak-anak Pakai Trik Kumis Palsu
Riset NordVPN menunjukkan harga data sangat bervariasi antarnegara, tergantung dinamika penawaran dan permintaan.
Tidak mengejutkan, data pribadi warga Amerika Serikat menjadi yang paling diminati di dunia. Namun ironisnya, banyaknya pelanggaran keamanan di AS justru membuat data mereka menjadi lebih murah.
Kartu kredit curian dari Amerika Utara dijual mulai dari 10 dolar AS dan mencakup lebih dari 70 persen dari seluruh listing kartu curian.
Sebaliknya, di negara yang data curiannya lebih langka seperti Jepang atau Singapura, kartu serupa dijual jauh lebih mahal.
Logika yang sama berlaku untuk paket data, yaitu kumpulan informasi seperti nomor identitas dan tanggal lahir yang cukup untuk mencuri identitas seseorang.
Jika paket data warga Amerika dijual sekitar 35 dolar AS, paket data warga Jepang bisa bernilai berkali-kali lipat.
Ancaman yang Halus tapi Serius
Baca tanpa iklan