Data Pribadi Dijual Murah di Dark Web, NordVPN Buat Alat Pengecek Nilainya
NordVPN meluncurkan kalkulator interaktif untuk menunjukkan nilai data pribadi pengguna berdasarkan riset dark web.
Editor:
Tiara Shelavie
Alat ini juga menunjukkan bahwa dampak pencurian data bisa berkisar dari hampir tak terasa hingga sangat merusak.
Di satu sisi, pelaku kriminal dapat membangun bisnis berlangganan berkelanjutan dengan mencuri dan menjual ulang akun Netflix atau Spotify yang harganya hanya sekitar 4,55 dolar AS dan sering kali tidak disadari pemilik akun.
Di sisi lain, identitas lengkap seseorang—termasuk akun media sosial—bisa dibeli kurang dari 150 dolar AS dan berpotensi mengacaukan hidup korbannya.
Di antara keduanya ada risiko bagi dunia korporasi. NordVPN menemukan lebih dari 14.000 daftar email perusahaan yang dijual di dark web.
Akun-akun ini dapat menjadi pintu masuk ke seluruh jaringan perusahaan, berpotensi menyebabkan kerusakan bisnis besar dan terkadang tidak dapat dipulihkan.
“Kenyataannya, data Anda mungkin sudah dijual dan Anda tidak akan mengetahuinya kecuali aktif memeriksanya,” kata Briedis.
Layanan Dark Web Monitoring Pro milik NordVPN secara aktif memindai dark web untuk mendeteksi kebocoran nomor kartu kredit, nomor identifikasi pajak, dan nomor telepon.
Jika data kita sangat murah untuk dibeli, bagaimana seharusnya kita merespons?
Pesan utama dari riset ini adalah pencurian identitas tidak selalu terlihat dramatis, sehingga kewaspadaan tetap penting.
Di tengah meningkatnya serangan siber, penggunaan kata sandi unik untuk setiap akun melalui password manager tepercaya, mengaktifkan autentikasi multi-faktor, dan membatasi pembagian informasi pribadi secara online dapat membuat perbedaan besar.
(*)
Baca tanpa iklan