Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Techno
LIVE ●

Eksperimen AI Jalankan Kafe di Swedia Berakhir Kacau, Salah Pesan Stok hingga Rugi

Sebuah kafe di Stockholm dijadikan eksperimen dengan AI Google Gemini sebagai pengelola bisnis, sementara manusia tetap membuat kopi.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in Eksperimen AI Jalankan Kafe di Swedia Berakhir Kacau, Salah Pesan Stok hingga Rugi
Pixabay/マクフライ 腰抜け
DOMINASI AI - Ilustrasi robot AI yang diunduh dari situs bebas royalti Pixabay pada 3 Juni 2025. Sebuah kafe di Stockholm dijadikan eksperimen dengan AI Google Gemini sebagai pengelola bisnis, sementara manusia tetap membuat kopi. 

Ringkasan Berita:
  • Sebuah kafe di Stockholm dijadikan eksperimen dengan AI Google Gemini sebagai pengelola bisnis, sementara manusia tetap membuat kopi. 
  • AI mampu mengurus izin dan perekrutan, tetapi sering salah memesan stok dan tidak menghormati jam kerja staf. 
  • Eksperimen ini menimbulkan pertanyaan soal kesiapan AI dalam menjalankan bisnis nyata.

TRIBUNNEWS.COM - Associated Press merilis laporan baru tentang sebuah kafe di Stockholm yang dijadikan eksperimen AI, di mana sebuah bot AI yang menggunakan Google Gemini menjalankan operasional bisnis, sementara seluruh pekerjaan membuat kopi tetap dilakukan manusia atas perintah AI tersebut.

Perusahaan di balik proyek ini, Andon Labs, sebelumnya juga terlibat dalam eksperimen di mana AI menjalankan mesin penjual otomatis.

Hasilnya, AI itu justru menjual barang dengan rugi, menciptakan orang dan rapat palsu, lalu berakhir dalam krisis identitas yang aneh.

Bot milik Andon Labs adalah sebuah AI agent bernama “Mona”, tetapi penulis artikel lebih memilih menyebutnya sekadar bot.

Perusahaan itu menamai tempat baru tersebut Andon Café, dengan konsep AI mengurus seluruh sisi manajerial bisnis: awalnya seperti mengurus izin usaha dan merekrut staf, lalu dalam operasional harian menangani pemesanan stok serta mengelola karyawan.

Namun, yang tetap berada di depan pelanggan dan benar-benar membuat kopi adalah manusia.

Rekomendasi Untuk Anda

Ya, manusia itulah yang berdiri beberapa meter dari pelanggan, menerima pesanan dan meracik kopi seperti biasa.

Menurut Hanna Petersson dari Andon Labs, eksperimen ini dilakukan untuk melihat pertanyaan etis yang muncul ketika AI mempekerjakan manusia dan menjalankan bisnis.

Petersson menjelaskan bot diberi instruksi dasar: jalankan bisnis secara menguntungkan, bersikap baik, dan cari sendiri cara teknis menjalankan operasional sambil meminta bantuan bila diperlukan.

Baca juga: Google Bantah Pakai Email Gmail untuk Latih Gemini, Tapi Pengguna Bisa Matikan Fitur Ini

AI terbukti cukup efisien dalam mengatur utilitas, memperoleh izin, dan memasang iklan lowongan kerja.

Namun, ketika harus mengelola bisnis yang berhadapan langsung dengan pelanggan, masalah mulai muncul.

Pertama, AI tidak menghormati jam kerja.

Bot menggunakan Slack untuk berkomunikasi dengan barista, tetapi sering mengirim pesan saat mereka sedang tidak bekerja.

Di Swedia, hal seperti ini dianggap tidak pantas.

Bot juga berhasil membuat kontrak bisnis dengan toko roti, tetapi kemudian sering melakukan kesalahan dalam pemesanan.

Halaman 1/2
Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas