Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kilau Giok Aceh Terbaik Kedua di Dunia

Giok Aceh diklaim menempati peringkat ke-2 terbaik di dunia setelah Myanmar.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Mohamad Yoenus
zoom-in Kilau Giok Aceh Terbaik Kedua di Dunia
SERAMBI INDONESIA/ NURUL HAYATI
Giok Aceh yang diklaim terbaik kedua di dunia. 

Batuan beku kaya olivin dan piroksin menghasilkan batu yang dikenal dengan nama dagang giok.

Sementara keadaan geologi berdasarkan keadaan batuannya disusun oleh batuan dari Group Woyla (Muw) yang berumur Pra tersier yaitu Jura Akhir hingga Kapur Awal ( 120 Juta tahun silam).

Formasi Woyla pada umumnya merupakan bentang alam yang sangat ekstrem dengan beda tinggi puncak dan lembah sangat dalam.

Bersifat berlapis-lapis dan menampakkan struktur yang tidak padu dan mudah longsor.

Fungsi dan Manfaat
Untuk membedakan dan mempermudah dalam pengelompokan dan identifikasi, maka penamaannya disertai dengan nama asal batu giok dijumpai, seperti Giok Bacan, Giok Sungai Dareh, Giok Butong, Giok Takengon, atau Giok Tutut.

Dari segi manfaat, giok perhisaan seperti pada cincin, kalung, kerabu, ataupun tasbih semata semata dimaksudkan untuk estetika, sedangkan giok ornamen baik untuk desain interior rumah maupun eksterior bisa berfungsi untuk penyerap debu.

”Orang dari berbagai negara dan benua menggemari giok, kecuali Benua Afrika. Giok bermula dari China pada masa Dinasti Ming sekitar 2.000 tahun sebelum masehi. Giok diyakini bernilai magis dan diperjualbelikan atau ditukarkan sebagai hadiah. Giok kemudian menyebar dan digemari masyarakat dunia," ujar Sugeng djarot.

Rekomendasi Untuk Anda

Harga vs Kualitas
Sugeng menambahkan, untuk kelas giok ornamen dilepas Rp 2 jutaan per meter, sedangkan kelas giok perhiasan dihargai Rp 300 ribuan ukuran 2 cm x 2 cm.

Namun lain lagi harga yang berlaku di pasaran. Meskipun sudah ditasbihkan sebagai primadona giok dan memenangkan kontes nasional, sayangnya giok Aceh belum memiliki standar harga.

giok aceh
Giok Aceh. (Serambi Indonesia/Nurul Hayati)

Giok belum mendapat kedudukan yang setara seperti emas, sehingga nilai jualnya lebih kepada prestise.

“Giok Aceh termasuk dua dari enam giok terpopuler di dunia. Makanya kami melarang dan menyayangkan penyelundupan giok ke Singapura karena itu mengurangi nilai tambah. Hal itu dikarenakan yang dijual bukan komoditasnya melainkan bahan baku,” ujar Sugeng Djarot.

Maka demi memenuhi selera pasar lahirlah giok sintetis (buatan) yang diciptakan sesuai dengan kemampuan kantong.

Peluang ini ditangkap oleh para pebisnis yang tergiur cerahnya kilau giok. Sebuah ancaman yang melunturkan citra giok Aceh di mata penggemarnya.

“Sejak 1 Januari 2015 kami sudah mengeluarkan surat edaran yang berisi kesepakatan untuk tetap komit menjaga komoditas giok Aceh dengan hanya menjual yang aslinya saja. Jika pun ada yang menjual yang sintetis mereka harus jujur kepada konsumen dengan mematok harga yang sesuai,” kata seorang pemilik gerai di Gemstone Ulee Lheu, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh, Masnur (40) tahun.

Ia memaparkan giok yang asli mempunyai ciri bentuk yang tidak sama, warnanya cenderung gelap dan bergradasi, serta mempunyai serat atau kristal yang didapat dari teknik pengasahan khas orang Aceh.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas