Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mendaki Tambora: Tak Ada yang Berani Berkemah di Pos 4

Hampir tidak ada yang berani berkemah di pos ini. Karena Pos 4 terkenal angker banyak mahluk halus.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Mohamad Yoenus
zoom-in Mendaki Tambora: Tak Ada yang Berani Berkemah di Pos 4
Dok Andik
Andik Setiawan berfoto di atas kaldera Tambora, terluas di dunia. 

Di sini bertemu banyak pendaki. Kebanyakan dari mereka adalah pencinta alam.

“Kalo mau ambil air di sinilah tempatnya, karena ada sumber air yang digunakan para pendaki untuk bekal pendakian,” kata Andik.

Setelah istirahat sebentar, perjalanan dilanjutkan perjalanan dari Pos 1 ke Pos 2.

Rutenya masih tetap landai walaupun jalanannya relatif sempit.

Usahakan jika mendaki Tambora menggunakan kaos panjang yang menutupi tangan dan kaki, agar tidak terluka.

Pos 2 dan Pos 3 ini perjalanan yang paling jauh, hampir 4 jam perjalanan.

Di sini rombongan pendaki membuat tenda untuk beristirahat dan waktu sudah menunjukkan pukul 06.00 petang.

Rekomendasi Untuk Anda

Hari mulai gelap saatnya menyalakan api unggun untuk menghangatkan badan, sambil membuat mi instan dan nasi untuk bekal makan.

Perut sudah kenyang, dan segera beristirahat di dalam tenda.

Sesuai rencana dari Pos 3 perjalanan akan dimulai jam 12 malam untuk mengejar sunrise di atas puncak Tambora.

Waktu menunjukkan jam 12 malam, mulai berkemas membawa barang seadanya untuk mulai pendakian ke puncak.

Menggunakan senter kami berjalan di tengahnya gelapnya malam. Satu jam perjalanan sampailah di Pos 4.

Hampir tidak ada yang berani berkemah di pos ini. Karena Pos 4 terkenal angker banyak mahluk halus.

Yang memaksa untuk stay di sini pasti diganggu.

Mulai tenda yang berpindah sendiri, sampai tenda sobek-sobek, dan banyak cerita ngeri lainnya.

Sumber: Surya
Halaman 2/4
Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas