Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pakkat, Pucuk Rotan yang Jadi Menu Lalapan Khas Orang Mandailing

Bagi wisatawan luar kota atau luar negeri bisa dibuat pangling, lantaran tak banyak yang menyangka kalau pucuk rotan ternyata bisa dimakan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Pakkat, Pucuk Rotan yang Jadi Menu Lalapan Khas Orang Mandailing
Tribun Medan, Silfa Humairah
Pakkat, lalapan khas orang Mandailing, Sumatera Utara. 

“Dalam sehari saya bisa menjual 300 hingga 500 pucuk rotan setiap harinya selama bulan puasa,” kata Adin.

Ia menambahkan, untuk mengolah pucuk rotan agar bisa dimakan, pakkat harus dibakar sampai luarnya menghitam dan isinya melembut.

Kemudian, isi dalam bambu tersebut dikeluarkan.

"Isinya bewarna putih beras dan sudah bisa langsung dilahap bersama kecap asin atau dicampur bawang," jelasnya.

Marwan Hasibuan, penikmat pakkat, menuturkan biasanya makan pucuk rotan untuk lalapan bersama sambal bawang karen lebih nikmat.

“Pucuk rotan biasa saya makan bersama nasi untuk menambah kenikmatan dan nafsu makan saat sahur dan buka puasa, karena penjual pakkat juga adanya cuman bulan puasa, ” katanya.

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas