Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tradisi Midang di Kabupaten OKI, Pengantin dan Muda-mudi Keliling Kampung

Midang merupakan satu dari rangkaian adat perkawinan Mabang Handak (Burung Putih) yang biasa dilakukan masyarakat di Kabupaten OKI.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Mohamad Yoenus
zoom-in Tradisi Midang di Kabupaten OKI, Pengantin dan Muda-mudi Keliling Kampung
Sriwijaya Post/Mat Bok
Salah satu rangkaian tradisi Midang di OKI, Sumsel. 

Laporan Wartawan Sriwijaya Post, Mat Bodok

TRIBUNNEWS.COM, KAYUAGUNG - Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dikenal memiliki adat istiadat yang khas.

Salah satunya tradisi Midang, yang sebelumnya hanya dilakukan saat ada pernikahan, namun kini menjadi tradisi tahunan setelah Lebaran.

Nah pada tradisi Midang yang akan digelar beberapa hari setelah Lebaran tahun ini, dipastikan lebih meriah, karena akan diikuti persatuan masyarakat Padang, Batak, Jawa dengan Reog Ponogoro, Bali, dan Tionghoa dengan Barongsai-nya.

Apa itu Midang? Midang merupakan satu dari rangkaian adat perkawinan Mabang Handak (Burung Putih) yang biasa dilakukan masyarakat di Kabupaten OKI.

Pengantin diarak keliling kampung sambil diiringi musik tradisional seperti tanjidor. Tradisi ini konon sudah ada sejak abad ke-17.

Lebih rinci, Kabag Humas dan Protokol Dedi Kurniawan SSTP MSi didampingi Kasub Pemberitaan Adi Yanto SPd, mengatakan, asal usul Midang awalnya merupkan satu dari rangkaian adat perkawinan Mabang Handak (Burung Putih, Red) masyarakat Kayuagung.

Rekomendasi Untuk Anda

”Itu perkawinan dalam adat yang tertinggi,” katanya Kamis (2/7/2015).

Namun, seiring berjalannya waktu kegiatan Midang dalam rangkaian adat perkawinan ini sudah mulai langka.

Agar budaya Midang tidak hilang, tiga dan empat hari setelah lebaran, Kayuagung diramaikan oleh muda-mudi, dan pengantin baru yang mengeliling Kota Kayuagung.

Tak hanya itu, warga Kayuagung yang merantau juga turut ikut dalam acara Midang.

Pemerintah OKI melalui Dinas Pariwisata bahkan mengagendakan secara nasional.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten OKI, Novi Herlambang mengatakan, Pemerintah Daerah (Pemda) akan terus menerus melestarikan budaya Midang.

Untuk tahun ini acara Midang mendapat perhatian dari pemerintah dengan meningkatkan bantuan untuk setiap kelurahan, marge siwe yang menyelenggarakan Midang akan mendapat biaya sebesar Rp 6 juta.

“Tahun lalu setiap kelurahan dibantu hingga Rp 4 juta, tahun ini kita naikkan lebih dari 50 persen,” ungkap Novi Herlambang.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas