Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kisah Rencong, Senjata Legendaris Kesultanan Aceh

Rencong menggantikan kedudukan pedang karena dinilai keberadaannya tidak mencolok.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Mohamad Yoenus
zoom-in Kisah Rencong, Senjata Legendaris Kesultanan Aceh
Serambi Indonesia/Nurul Hayati
Rencong, senjata dan cenderamata Aceh. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Nurul Hayati

TRIBUNNEWS.COM, ACEH - Rencong adalah senjata tradisional Aceh.

Konon benda tajam berukuran kecil ini sudah dikenal sejak masa kesultanan pada abad ke-17 masehi.

Rencong menggantikan kedudukan pedang karena dinilai keberadaannya tidak mencolok.

Pada masa itu budaya ngopi sudah akrab dengan masyarakat, sehingga sultan yang ingin ‘blusukan’ memilih membawa rencong untuk berjaga-jaga.

Kini rencong telah bermetamorfosis dan beralih fungsi menjadi cenderamata.

Bagi anda pecinta wisata belanja, maka tidak ada salahnya menambah koleksi bertema etnik.

Rekomendasi Untuk Anda

Terlebih lagi sebilah rencong bukan senjata tajam biasa karena benda ini menyimpan nilai historis.

Di Aceh, rencong kerap dijadikan sebagai cenderamata bagi tamu kehormatan.

Benda tajam yang terbuat dari besi atau kuningan bergagang tanduk atau kayu berukir ini juga populer sebagai souvenir khas.

Pelancong seringkali menyelipkan rencong ke dalam daftar buruan yang diincar untuk ditenteng sebagai oleh-oleh.

Riwayat rencong

Serambi Indonesia berkesempatan menyambangi ‘dapur’ pembuatan senjata tajam legendaris tersebut di Desa Baet Mesjid Kecamatan Suka Makmur Kabupaten Aceh Besar.

Daerah itu terkenal sebagai sentra pembuatan rencong kekinian.

Pada zaman Kerajaaan Aceh Darussalam yang berpusat di Kutaraja (sekarang Banda Aceh), para pengrajin berkumpul di Gampong Pande.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas