Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Dawet Ireng Purworejo, Minuman Segar yang Bisa Redakan Panas Dalam

Belakangan, di beberapa sudut Kota Bandar Lampung, Anda akan dengan mudah warga yang menjajakan minuman segar ini.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Dawet Ireng Purworejo, Minuman Segar yang Bisa Redakan Panas Dalam
Tribun Lampung/Heru
Es dawet ireng, yang kini populer di Bandar Lampung. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Heru Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM, LAMPUNG - Dawet merupakan salah satu jenis minuman yang sudah sangat familiar dan paling mudah kita temukan di sekitar tempat tinggal kita.

Beberapa daerah seperti Banjarnegara, Jepara, Surabaya, Ponorogo, Madura dan lainnya menjadi asal dari minuman unik ini.

dawet
Minuman ini dijajakan di pinggir-pinggir jalan protokol dan lingkungan di Kota Tapis Berseri.  (Tribun Lampung/Heru Prasetyo)

Dawet dari masing-masing daerah itu memiliki ciri khas tertentu yang dengan mudah dikenali oleh penikmatnya.

Termasuk Dawet Ireng Purworejo yang memiliki ciri khas khas berwarna hitam.

Belakangan, di beberapa sudut Kota Bandar Lampung anda akan dengan mudah warga yang menjajakan minuman segar ini.

Ia dijajakan di pinggir-pinggir jalan protokol dan lingkungan di Kota Tapis Berseri.

Rekomendasi Untuk Anda

Pedagang hanya mengandalkan lapak sederhana dari rotan yang menjadi meja sekaligus etalase dawet mereka.

Sebagai media penyimpanan dawet, dan air gula aren digunakan gentong tanah liat berukuran sedang.

 dawet
Penjual es dawet di Bandarlampung.  (Tribun Lampung/Heru Prasetyo)
 

"Minuman ini memang populer di Purworejo sana. Kita hanya mencoba peruntungan dengan menjualnya di Bandar Lampung, dan alhamdulillah, cukup ramai juga," ungkap Lilis yang memiliki lapak dawet ireng di Jalan Imam Bonjol, Bandar Lampung.

Dawet ireng sebenarnya sama dengan jenis dawet atau cendol lainnya yang kerap dijumpai dengan warna hijau atau merah muda.

Konon dawet ireng ini merupakan minuman asli dari daerah Butuh, Purworejo, Jawa Tengah.

Kata ireng yang berasal dari Bahasa Jawa yang artinya hitam memang merujuk kepada warna dawet yang disajikan.

Lalu dari mana butiran dawet berwarna hitam itu diperoleh? Warna hitam bersumber dari abu bakar jerami padi atau dikenal dengan istilah merang oleh orang Jawa.

Abu bakar jerami inilah yang kemudian dicampur dengan air sehingga menghasilkan air berwarna hitam, air inilah yang digunakan sebagai pewarna alami dawet.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas