Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Wisata NTT

Eksotisme Air Terjun Laiwi, Dikelilingi Tebing-tebing Batu Tinggi dan Pepohonan Raksasa

Inilah pesona Air Terjun Laiwi di Sumba Timur, eksotik dengan tebing-tebing batu yang tinggi dan pepohonan besar di sekitarnya.

Eksotisme Air Terjun Laiwi, Dikelilingi Tebing-tebing Batu Tinggi dan Pepohonan Raksasa
FOTO-FOTO: POS KUPANG/ALFONS NEDABANG
Wisatawan mencoba melintasi medan berat tebing yang tajam dan licin untuk mencapai Air Terjun Laiwi di Sumba Timur. 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Alfons Nedabang

TRIBUNNEWS.COM, SUMBA TIMUR -  Inilah pesona Air Terjun Laiwi di Sumba Timur, eksotik dengan tebing-tebing batu yang tinggi dan pepohonan besar di sekitarnya.

Bayangkanlah! Tingginya mencapai 60 meter. Alam didominasi tebing batu dengan pohon-pohon besar mengitarinya.

Hawa sejuk terasa sangat. Itulah kekhasan air terjun Laiwi. Indah kan?!

Laiwi berarti rotan. Di lokasi itu banyak terdapat rotan sehingga warga setempat menyebutnya Laiwi. Nama lain Laiwi adalah Pawai Urang, yang artinya air hujan.

Air terjun Laiwi terdapat di Desa Matawai Ama, Kecamatan Katala Hamu Liwu (Kahali), Kabupaten Sumba Timur.
Perjalanan menghabiskan waktu sekitar 1,5 jam.


Medan berat sebelum sampai ke Air Terjun Laiwi di Sumba Timur (kiri). Wisatawan mandi di Air Terjun Laiwi (kanan).

Dari kota Waingapu, perjalanan ke arah barat menuju Lewa. Sampai di Parepaha, belok kiri melintasi jalan menuju Tarimbang. Sekitar 6 Km dari simpang Parepaha, tiba di Desa Kombapori. Pas di puskesmas Kombapori, belok kanan menuju desa Matawai Ama.

"Jalan lurus terus, sampai jembatan ketiga baru berhenti. Lokasi air terjun disekitar situ," ujar seorang bapak mengarahkan, saat ditemui di Kombapori, Minggu (2/11/2015).

Perjalanan dari Kombapori ke Matawai Ama sekitar 5 Km. Jalan aspal tapi sepenggal-sepenggal. Selebihnya jalan tanah berbatu.

Setelah berjibaku melintasi jalan rusak, sampailah di jembatan ketiga. Letaknya dekat kantor desa Matawai Ama. Berhadapan dengan kantor desa - dipisah jalan - rumah milik Umbu Rehing. Halamannya dijadikan tempat parkir kendaraan.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas