Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Museum Kars Wonogiri: Anda Tak Cuma Belajar di Sini, Tapi Juga Berpetualang Menyusuri 7 Goa

Liburan namun tetap memeroleh ilmu baru selalu didapat saat berkunjung ke museum. Tak terkecuali, saat datang ke Museum Kars Indonesia.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Museum Kars Wonogiri: Anda Tak Cuma Belajar di Sini, Tapi Juga Berpetualang Menyusuri 7 Goa
Tribun Jateng/Rika Irawati
Museum Kars Indonesia. 

Menikmati koleksi dan menyerap informasi di Museum Kars Indonesia memang gratis.

Hanya saja, untuk masuk kawasan museum, pengunjung harus membayar tiket Rp 3.000 per orang untuk hari Senin-Sabtu dan Rp 4.000 per orang untuk hari Minggu.

Sementara, biaya masuk kendaraan besar seperti bus dipatok Rp 10 ribu, mini bus Rp 5.000, mobil Rp 3.000 dan motor Rp 1.000.

"Memang, masuk museum gratis. Kalau masuk kawasan wisata ini membayar retribusi karena pengelolaannya beda. Museum ini dibangun dan dikelola Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral sementara retribusi dan kawasan wisata di luar museum dikelola Pemkab Wonogiri," ujar Dian.

Selain museum, di kawasan Museum Kars ada tujuh gua yang bisa dijelajahi.

Yang paling terkenal, Gua Tembus. Gua ini berada tepat di samping loket masuk Kawasan Museum Kars.

Gua ini tak begitu panjang, hanya sekitar 100 meter. Seperti namanya, Gua Tembus memiliki dua ujung yang saling terhubung alias tembus.

Rekomendasi Untuk Anda

Tak butuh peralatan lengkap untuk masuk gua ini. Selain memiliki ruangan yang cukup lebar, Gua Tembus termasuk gua mati. Staklatit yang ada tak lagi tumbuh karena tidak mengalirkan air.

Pemkab Wonogiri yang merupakan pengelola gua-gua yang ada juga telah menempatkan lampu di beberapa titik gua.

Menikmati keindahan Gua Tembus pun bisa dilakukan sambil selfie atau groufie.

"Cukup indah. Saya yang takut susur gua, ternyata bisa menikmati keindahan di dalam Gua Tembus ini," ungkap Hanifah, pengunjung Kawasan Museum Kars asal Boyolali.

Selain Gua Tembus, ada Gua Gilap, Gua Potro-Bunder, Gua Mrica dan gua Sonya Ruri.

"Dua gua lagi bisa digunakan sebagai wisata petualangan, yakni Gua Sodong dan Gua Luweng Sapen. Staklatit di gua-gua ini masih aktif dan berkembang. Namun, peralatan harus membawa sendiri dan sebaiknya ada anggota tim yang benar-benar profesional karena khusus gua ini belum dikelola resmi," ujar seorang petugas dari Dinas Pariwisata Pemkab Wonogiri.

Di kawasan Museum Kars juga terdapat Pura sebagai tempat ibadah.

Ke depan, kawasan ini dikembangkan sebagai kawasan wisata terpadu yang juga menyediakan tempat-tempat ibadah bagi berbagai pemeluk agama.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas